Buntut Suami Aniaya Istri, Warga Palang Jalan Poros Warmare-SP

Oleh Redaksi

21 April 2019 07:01 1620 VIew

''Aksi pemalangan jalan poros Warmare SP dilakukan warga korban penganaiayaan''

Manokwari arfaknews.com – Buntu dari perkelahian antara suami istri, hingga menimbulkan penganiayaan menggunakan senjata tajam berupa parang, Sabtu (20/4), keluarga korban penganiaya tidak terima atas penganiayan tersebut, hingga melakukan aksi pemalangan jalan sebagai buntut kemarahannya.

Aksi pemalangan jalan pros Warmare dan SP ini, dilakukan keluarga korban, lantaran mereka kecewa atas penganiayaan dilakukan suami terhadap istrinya yang menjadi korban penganiayaan.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, ketika di konfirmasi soal pemalangan jalan ini, sudah memerintahkan agar pelaku  segera di tangkap dan mobil milik pelaku di sita sebagai jaminan, dimana pelaku sendiri lari masuk hutan untuk menhindari amukan masa dari keluraga istrinya. . .

“ kami suudah mengutus Kasat Serse dan Kapolsek Kota untuk melekukan aksi penangkapan dan penyidikan terhadap pelaku penganiayaan ini, dimana pelaku sempat lari masuk kedalam hutan usai menganiaya istrinya”, kata adam.

Saat ini kondisi jalan yang sempat di palang warga  menggunakan kayu balaok dan membakar ban bekas ini sekitar 5-6 jam ini, telah di buka setelah sejumlah aparat kepolisian dan Brimob Polda Papua Barat membuka paksa pemalangan jalan ini dilakukan warga, sehingga arus lalulintas kembali normal kembali.

Sementara motif dari pelaku menganiaya istrinya menggunakan senjata tajam berupa parang ini, masih dalam penyidikan aparat kepolisian dari Polres Manokwari, sementara korban luka akibat dianiaya oleh suaminya, kini sudah mendapatkan perawatan medis di Puseksmas Prafi, ungkapnya.

Berita Terkait