Masyarakat Diajak Memerangi Malaria

Oleh Jams Aisoki

02 May 2019 07:01 559 VIew

''Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan ketika sedang berfose''

Manokwari arfaknews.com - Upaya membebaskan Penyakit Malaria dari Papua Barat terus digenjot Pemerintah dalam memperingai hari malaria nasional, Kamis (2/5).

Dalam memeringati Hari Malaria Nasional, melalui Dinas Kesehatan Papua Barat, menghadirkan para kepala Kampung dan kepala Distrik serta Warga masyarakat di Manokwari guna mensosialisasikan kampanye Pengentasan percepatan Eliminasi penyakit Malaria di Papua Barat, pasca Hari Malaria Nasional jatuh 25 April 2019.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengharapkan dukungan dan partisipasi warga Papua Barat, secara khsus di Manokwari dan Manokwari selatan dalam mendukung Program pemerintah dalam pengentasana penyakit malaria.

Dominggus menceritakan pengalaman waktu kecil jika terjangkit malaria, dimana saat kepala Panas dan badan Demam,  terpaksa hasur menggunakan Obat-obat Tradisional untuk menyembuhkan malaria.

Dirinya sering terkena sakit Malaria, dimana saat itu rumah sakit masih minim, sehingga orang tuanya suka membawakan Daun Cocor bebek atau daun Tumbu Daun sebagai obat malaria.

Daun cocor bebek tersebut lalu ditumbuk, lalu disaring dan airnya kemudian di minum, agar sembuh dari sakit malaria. Sebagian oabt itu diletakan di jidat dan disaranakan agar Jangan tidur dibawa terik matahari.

Selain tiu, guna menyembuhkan penyakit malaria di deritanya, sejak kecil, meminum air rebusan Kayu Susu, tapi air rebusan kayu putih itu terlalu pahit.

Sekarang ini sudah ada obat, sehingga jika sudah mengalami sakit malaria sakit, langsung mendatangi Puskesmas atau ke Pustu Terdekat untuk mendapat pengobatan medis.

Di sarankan, jika mengalami sakit malaria jangan menghubungkan dengan mistik, tetapi justru memeriksakan diri ke Puskesmas agar  dilakukan pengecekan di laboratorium, sehingga penyakitnya  di diagnosa, kata Dominggus saat membuka acara Sosialisasi Eliminasi Malaria di Papua Barat, dalam rangka Hari Malaria Nasional tahun 2019.

Saat merasakan badan terasa demam dan panas, segera ke Puskesmas pembantu (pustu) atau Puskesmas terdekat, meski diakui semua pustu dan puskesmas belum ada petugas, namun disranakan untuk mencari Pustu terdekat  memliki petugas kesehatan.

Dikatakan Gubern Penduduk di Papua Barat, mayoritas sudah punya kartu Indonesia sehat, Kalau belum memiliki kartu itu, bisa datang ke Puskesmas atau Kantor BPJS untuk mengurus Kartu Indonesia Sehat.

Papua Barat menjamin Penduduk mendapatkan jaminan Kesehatan diatas 95 persen melalui Kartu Indonesia Sehat. Karena Papua Barat telah mendat penghargaan,  sehingga perlunya menjaga kesehatan, termasuk salah satu dari 4 provinsi di Indonesia menjamin Kesehatan kepada Warganya, tegasnya.

 

Berita Terkait