Di Manokwari, Kenaikan Harga Bawang Dan Pangan Lainnya Tidak Terkendali

Oleh Redaksi

04 May 2019 07:01 977 VIew

''Gambar cabai (rica) dan bawang serta kebutuhan komuditas pangan lainnya''

Manokwari arfaknews - Jelang Ramadhan, harga kebutuhan pangan, seperti bawanga merah dan putih, ayam potong,, telur  dan cabe (rica) besar, di sejumlah pasar di Manokwari, Papua Barat, dua minggu terakhir, kenaikannya sudah tidak terkendali

Untuk harga bawang merah dan putih mencapai kenaikan 100 persen, sebelumnya harga normalnya Rp 30.000 - Rp 35.000 perkilogram, namun jelang ramadhan mulai merangkak naik hingga mencapai Rp. 65.000 ribu rupiah perkilogram.

Pedagang bawang di Pasar Wosi, Wanini, ketika di temui Jumat (3/5), mengatakan harga bawang merah dan bawang putih belum stabil, para pedagang memperkirakan memasuki bulan ramadhan atau bulan puasa, harga bawang merah dan putih akan mengalami kenaikan hingga mencapai Rp.70.000 – Rp. 80.000 perkilogram, dimana harga normal bawang merah dan putih, Rp. 30.000 – Rp 35.000 perkilogram.

Kenaikan harga bawang di ikuti pula dengan harga komuditas lainnya yakni, cabe (Rica) besar dan keriting, harga normalnya Rp 35.000 – 40.000 ribu perkilogram, kini harganya naik mencapai Rp 60.000 perkilogrm.

Untuk harga telur ayam mengalami kenaikan, dimana harga sebelumnya Rp.50.000 - Rp.55.000 per rak berisikan 30 butir telur, kini mengalami kenaikan dengan harga Rp 60.000 ribu rupiah per rak.

Kenaikan harga pun dialami ayam potong segar, dimana harga sebelumnya Rp 50.00 ribu – Rp 55.000 rupiah per ekor, namun kini di jual dengan harga Rp. 60.000 ribu rupiah per ekor.

Naiknya sejumlah harga komuditas pangan ini, lantaran stock barang di tingkat distributor maupun tingkap pengecer, sudah mulai berkurang, bahkan ada produk pangan sama sekali sudah mulai mengalami keksosongan stock.

untuk ayam potong sendiri, peternak ayam potong terpaksa memanen ayamnya sebelum waktunya, lantaran tingginya permintaan jelang ramadhan.

Guna mengetahui langsung kenaikan harga pangan di sejumlah pasar di kota manokwari, staff ahli kementrian perdagangan beserta rombongan, terjun langsung ke pasar wosi dan sejumlah distributor, melihat secara langsung dan bertanya pada sejumlah pedagang pasar terkaitnya naiknya harga komuditas pangan jelang ramadahan.

Staff ahli kementrian perdagangan, Sutriono Edi mennagatakan, guna mengantispasi kenaikan harga bawang merah dan putih semakin tidak terkendali, kementrian perdagangan bakal melakukan operasi pasar, guna mensatabilkan harga dengan mengimpor bawang merah dan putih dari negara tetangga sebanyak 15.000 ribu ton, guna memenuhi kebutuhan bawang merah dan putih di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mengetahui pula secara jelas kebutuhan stock pangan dan bahan pokok lainnya, kementrian perdagangan memanggil sejumlah distributor, guna mengetahui secara pasti jumlah stock barang yang tersedia di kota manokwari, jelang ramadhan dan idul fitri. 

Berita Terkait