Kapal Bantuan Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Ditangkap Muat BBM Illegal

Oleh Redaksi

09 May 2019 07:01 1062 VIew

''Proses penangkapan Kapal KM Jaya Samudera memuat BBM Illegal''

Kota Sorong arfaknews – Direktorat Polairud Polda Papua Barat, mengamankan sebuah kapal bernama KM Jaya Samudera, memuat BBM Illegal dan menyalahi aturan pelayaran, dimana kapal ini diduga merupakan kapal Bantuan Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Rabu (8/5) 2019, sekitar pukul 03.00 WIT di Koordinat sekitar Perairan Selat Sele, sebelah utara Tg.Kamyolo posisi 01º 20’ 25.3” S - 130º 59’ 52.3” E;

Penangkapan kapal KM Jaya Samudera, bermula ketika Kapal Patroli (KP) Gelatik – 5016, melaksanakan patroli rutin di Perairan Papua Barat sekitar 1 mil sebelah utara Tg. Kamyolo Selat Sele, posisi 01º 20’ 25.3 ” S - 130º 59’ 52.3” E, melakukan pemeriksaan terhadap kapal KM. Jaya Samudera 15 berbendera Indonesia, sedang berlayar dari Sorong menuju Kais.

Setelah dilakukan pemeriksaan didapati kapal tersebut, tidak memiliki dokumen sama sekali alias bodong, termasuk nahkoda tidak memiliki SKK,

Sementara dari keterangan Nahkoda kapal KM Jaya Samudera menjelaskan kapal tersebut merupakan kapal bantuan dari Dirjen Pembangunan Kawasan pedesaan yang diperuntukkan bagi nelayan, namun saat diperiksa kapal tersebuta memuat BBM jenis HSD sebanyak ± 12.000 liter tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Akibatnya Polisi telah mengamankan dan menetapkan nahkoda kapal KM. Jaya Samudera 15 berinisial H (Umur 44 Tahun), pemilik BBM berinsial F (umur 35 tahun) dan anak buah kapal berinisial Y, umur (30 tahun)

Adapun barang bukti yang diamankan, 1 (satu) Unit kapal KM Jaya Samudera 15 GT. 21 NO. 754/Bc, 1 (satu) buah selang -+ 15 meter, 1 (satu) unit mesin Alkon merk Kumba, BBM jenis HSD -+ 12.000 liter, 3 (tiga) buah HP.

Berdasarkan hasil gelar perkara penyidik kepolisian LP/49/V/2019/Korpolairud, Tanggal 8 Mei 2019.atas kasus tersebut dengan hasil, diduga telah terjadi Tindak Pidana Pelayaran berupa melanggar pasal 323 ayat 1 jo pasal 219 ayat 1 UU RI Nomor.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan tindak pidana Migas berupa melanggar pasal 53 huruf b, UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Usai dilakukan pemeriksaan awal, selanjutnya kapal KM Jaya Samudra di kawal menuju sorong dan diamankan di Ditpolairud Polda Papua Barat guna proses lebih lanjut, Ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, melalui rilisnya ke sejumlah awak media, Kamis (9/5).

Berita Terkait