KPU Maybrat Terbukti Gelembungkan Suara Caleg DPD RI

Oleh Redaksi

16 May 2019 07:01 4165 VIew

''Dua caleg DPD RI, Sofia Maipauw dan Abdullah Manaray ketika memperotes hasil rekapitulasi suara KPU Maybrat''

Manokwari arfaknews – Dalam Rapat Pelno terbuka digelar KPU Papua Barat berlangsung di salah satu hotel di jalan Drs Essau sesa, Rabu (15/5), KPU Maybrat  ketahuan melakukan pennggelumbang suara di caleg DPD RI

Suara di gelembungkan KPU Maybrat berjumlah 2.000 suara untuk Caleg DPD RI Nomor urut 27 atas nama Sanusi Rahaningmas, dimana diketahui ketika saksi caleg DPD RI melakukan protes dalam rapat pleno melalui formulir di berikan KPU untuk di isu sebagai bentuk protes disertai bukti.

Protes keras dilakukan Caleg DPD RI nomor urut 21 dan 29, Abdullah Manaray dan Sofia Maipauw, menilai ada keganjalan dilakukan KPU Maybrat, dimana data hasil Pleno tingkat Distrik tidak sama dengan hasil pleno disampaikan di tingkat kabupaten.  

Hal itu terbutki ketika Bawaslu Papua Barat mendapatkan salah satu formulir D.A-1 belum ditandatangani para saksi saat peleno tingkat distrik di Maybrat.

Setelah hujan protes terus dilancarkan para saksi disertai dukungan bukti, sehingga disepakati data dibacakan KPU di batalakan dan data dimiliki Bawaslu Papua Barat di bacakan.

Saat dibacakan angka suara berubah dari peroleh suara caleg nomor urut 27 memperoleh suara 9.000 sekian, turun jadi 7.000 sekian, sehingga ada penggelembungan suara sekitar 2.000 lebih suara.

Atas perbuatan KPU Maybrat ini, para saksi meminta Bawaslu Papua Barat untuk mempidanakan KPU Maybrat lantaran sudah terbukti melakukan pelanggaran pemilu dalam Rapat Pleno terbuka dilakukan KPU Papua Barat.

hal serupa pun di lontarkan para saksi dari DPR RI danPRD Propinsi. menilai KPU Maybrat melakukan kejahatan penggelmbunagn suara di DPR RI dan DPRD Paropinsi. 

Berita Terkait