Kepergok Selingkuh, Suami Laporkan Istrinya Ke Polisi

Oleh Jams Aisoki

17 May 2019 21:11 4092 VIew

''Ilustrasi perselingkuhan''

Manokwari arfaknews – Seorang suami berinsial BM, melaporkan istrinya berinsial AS, bersama selingkuhannya berinisial RY merupakan oknum anggota MRP Papua Barat, ke Polres Manokwari atas dugaan tindak pidana Perzinahan

Hal ini disampaikan BM ketika di temui sejumlah awak media, Jumat (17/5) mengatakan perbuatan isitrnya terpaksa dilaporkan ke aparat kepolisian bersama selingkuhannya atas dugaan perzinahan, lantaran memergoki istrinya sekamar dengan  selingkuhannya di salah satu karma Hotel di Kota Sorong.    

Diungkapkan, dirinya telah mencurigai gelagak istrinya ketika memergoki bersama RY dalam sebuah kamar hotel, dimana saat itu istrinya merukan pegawai di MRP Papua Barat, menginfomasikan ke dirinya sedang berada di Kota Sorong, menjalankan tugas bersama anggota MRP Papua Barat di Kota Sorong, april 2019 lalu, atas informasi diterima dari sitrinya, BM bergesas dari Fakfak menuju ke Kota Sorong.

Setibanya di Kota Sorong, BM menemukan Istrinya sedang sekamar dengan RY di salah satu Hotel ternama di Kota Sorong dengan nomor kamar 105, Selasa (2/4) 2019,  sekitar pukul 04.00 Wit pagi hari.

Usai memergoki istrinya berdua dikamar bersama Oknum Naggota MRP Papua Barat ini, setibanya di Manokwari langsung melaporkan hal ini ke aparat kepolisian atas dugaan perzinahan dilakukan istrinya terhadap RY di sebuah kamar Hotel di Kota Sorong, bernomor polisi TBL / 248 / IV / 2019/ Papua Barat/Res Manwar, tertanggal 6 april 2019.

Dirinya minta pihak kepolisian dalam hal ini Polres Manokwari, untuk segera memproses kasus ini ungkpanya pada awak media.

Ditempat berbeda, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP. Musa Jedi Permana, ketika ditemui, membenarkan adanya laporan diterima terkait dugaan kasus perzinahan sehingga atas laporan itu lalu dilakukan tindak lanjut.

Laporan Polisinya baru turun alias di terima penyidik dan secepat itu pula lalu disalurkan ke bagian penyidik, kata Musa,

Sementara perbuatan dilakukan sitrinya bersama Oknum anggota MRP Papua Barat di Kamra Hotel di Kota Sorong, atas dugaan perzinahan, hingga kini Kamis (16/5) 2019, dirinya telah di panggil penyidik kepolisian untuk memberikan keternagn di hadapan penyidik

Sedangkan Ketua MRP Papua Barat, Max Ahoren mengatakan soal masalah perzinahan menjerat salah satu Anggota MRP, diterangkan masalah tersebut telah diselesaikan melalui Dewan Adat Waropen. kata Max.

Walaupun, BM sendiri menolak hasil putusan adat dinilai tidak menjawab tuntutannya. sehingga tetap akan memproses masalah ini untuk diselesaian melalui putusan hukum, ungkapnya

Dirinya sangat menghormati lembaga MRP Papua Barat, namun meminta agar mereka yang tidak bersih atau tidak bermoral di MRP Papua Barat agar dikeluarkan dari kelembagaan, jika ada oknum anggota bersalah maka harus ditindak sesuai kode etik MRP Papua Barat serta melalui Hukum yang berlaku, jelasnya.


Berita Terkait