Krisis Listrik di Teluk Bintuni, Bupati Kritik PLN

Oleh Redaksi

25 May 2019 07:01 453 VIew

''Salah satu mesin pembangkit Listrik''

Manokwari arfaknews – Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, ketika ditemui awak media dalam lawatannya ke Manokwari, mengkritisi kinerja PLN Bintuni, serung melakukan pemadaman bergilir.

Dikatakan, PLN selaku penyedia jasa Listrik harus memberikan pelayana terbaik ke masyarakat, sebab masyarakat juga memiliki beban tiap bulannya masyarakat membayarkan tagihan listriknya ke PLN, sehingga tugas utama PLN adalah menyiapkan Listrik, Pemda hanya memeberikan dukungan.

Kata Bupati, di Teluk Bintuni memilki power listrik dari LNG Tangguh sebesar 4 mega, namun sampai di Buntuni hanya 2,8 mega.

dikatakan pula, Jaringan ini sudah hampir lebih dari 10 tahun, sudah ada kerusakan di berbagai titik, sehingga itu menyebabkan terganggunya pasokan listrik dari LNG ke Bintuni,

sementara PLN harus siapkan PLTD sebagai tenaga listrik cadangan sehingga kalau LNG Tangguh macet maka PLTD sudah harus siap, namun disayangkan mesin di miliki PLN Teluk Bintuni sudah usang.

Pemda Teluk Bintuni, sudah menyerahkan 5 mesin Generator beserta jaringannya dan lahan PLTD, untuk  di Operasikan PLN". Ujarnya. 

Atas desakan masyarakat melalui kebijakan, pemda Teluk Bintuni hibahkan tiga hektar lahan ke PLN, lahan itu tinggal di gunakan membangun.

Sedangkan PLN menyediakan 5 Generator sedang dalam perjalanan, sehingga  PLN pada Juni 2019 Listrik di Teluk Bintuni sudah kembali Normal.

Diupayakan kedepan kalau PLN tidak mampu, kita akan Bangun Perusahan Listrik Tenaga Gas (PLTG) seperti di Kota Sorong, dikatakan telah memilki 20 MMBTU dari Gas LNG Tangguh bisa digunakan, namun jika kebutuhan dibebankan ke pemrintah, maka kegiatan lain akan terabaikan, lalu untuk apa ada PLN, ungkapnya.

Kedepan kalau DPR menyetujui, pemda bakal membeli satu mega lagi untuk PLN, sehingga PLN harus memperhatikan kebutuhan masyarakat ini, terangnya,

Berita Terkait