Kondisi Jalan Mansel – Teluk Bintuni Rusak Parah, Penumpang Jalan Kaki 4 KM

Oleh Redaksi

25 May 2019 07:01 5247 VIew

''Kondisi jalan Trans Papua Barat di Manokwari Selatan rusak parah''

Bintuni arfaknews – Para penumpang yang hendak menuju ke teluk Bintuni maupun sebaliknya, terpaksa harus berjalan kaki sepanjang empat kilometer, lantaran kondisi ruas jalan Teluk Bintuni -Manokwari Selatan (Mansel), tepatnya di kampung Memey. kondisi jalannya rusak parah.

Sedikitnya tiga rintangan yang harus dilalui jika hendak bereprgian melalui jalan tersebut, yakni jalan bebek, tanah hitam dan tanjakan gunung pasir, dimana kondisi jalan tersebut sulit untuk di lalui para kendaraan.

Dijalan bebek para sopir menjulukinya lantaran kubangan air bercampur lumpur, mobil yang melewati jalan itu, tenggelam setengah body mobil, sehingga sangat menyulitkan kendaraan melintasi jalan tersebut.

Sementara julukan lainnya untuk tanah hitam, kondisi jalannya cukup licin, sehingga para penegumdi harus ekstra hati-hati jika melalui jalan ini, dimana mobil dapat berputar arah, sedangkan untuk tanjakan gunung pasir, kondisi jalannya tidak berlumpur dan licin, namun jalan tersebut termasuk sulit dilalui, lantaran mobil teneggelam dalam kubangan pasir dan tidak dapat bergerak bila di gerakkan.

Akibat kondisi jalan rusak para ini, sebagian mobil terpaksa harus menginap selama tiga hari tiga malam untuk dapat lolos dari rintagan tersebut.

Bahkan tidak sedikit mobil penumpang terpksa mengalami keruskan parah, saat melintasi rintagan di kampung Memey, distrik Tahota, Manokwari Selatan, lantaran kondisi jalan bagaikan arena Offroad.

selain itu, para penumpang yang hendak menuju ke Teluk bintuni maupun sebalikanya dengan kondisi jalan yang sangat parah ini, mereka harus berjalan sejauh emapt kilo meter, menunggu mobil yang akan mengantarnya ke tempat tujuan, mengingat sediktnya belasan kendaraan sudah terjebak dalam kubangan lumpur, ujar Eko,

ketika melihat kondis jalan yang sulit di lalui, sehingga dirinya mengurungkan niatnya ke Manokwari dan kembali ke Bintuni lantaran kondis jalan sulit untuk di lalui, dismaping sufdah banyak mobil terjebak dalam rintangan itu.

Para sopir penumpang berharap pada pemerintah daerah, priopinsi dan dalam hal ini Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJN) Wlayah XVII Manokwari, agar segera membenahi jalan tersebut, mengingat jalan ini digunakan para pemudik untuk berlebaran bersama keluarganya.

Kondisi jalan yang cukup parah ini, sempat mendapat sorotan tajam dari Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, mengingat kondisi jalan yang cukup parah ini, membuat harga kebutuhan ekenomi di Teluk Bintuni mengalami lonjakan cukup tinggi, terurtama kebutuhan pokok di saat ramadhan ini. ungkapnya.

Berita Terkait