Satu Nyawa Melayang dari Keganasan Jalan Mansel –Teluk Bintuni

Oleh Redaksi

11 June 2019 07:01 1411 VIew

''Kondisi ruas jalan Mansel -Teluk Bintuni rusak parah hingga menelan korban jiwa ''

Manokwari arfaknews – Rusak parahnya ruas jalan Nasional Trans Papua Barat menghubungkan kabupaten Teluk Bintuni dan Manokwari selatan, membuat satu penumpang terpaksa harus berjalan kaki hingga meninggal dunia di jalan.  

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, melalui rilisnya ke sejumlah awak media, dimana Selasa (11/6), sekitar pukul 03.35 wit bertempat di Kampung Memey Distrik Tahita, Manokwari Selatan, seorang penumpang bernama Sifester Siamma (30 tahun), meninggal dunia saat berjalan kaki menuju pertigaan Distrik Isim. lantaran mobil yang di tumpanginay tidak mampu memalui jalan dalam kondis rusak parah.

Korban yang bekerja sebagai Bendahara Kampung Inovina, Distrik Muskona Utara, Teluk Bintuni, senin (10/6) 2019, sekitar pukul 13.00 wit, korban bersama saksi dari Manokwari hendak bertolak ke Teluk Bintuni.

Setibanya di Distrik tahota saksi bersama korban berjumlah lima orang turun dari mobil, lalu berjalan kaki sambil membawa tas, sedangkan korban berjalan di belakang saksi dan kepala kampung.

Sementara dua saksi lainnya sudah berjalan lebih dulu terpisah dari saksi lainnya, lantaran korban berjalan lamban sehingga saksi bersama kepala kampung lalu menunggu korban dalam situasi gelap dan hanya menggunakan penerangan lampu senter

Saksi lalu memanggila korban, namun korban justru berkata sudah tidak kuat dan mengalami sesak nafas hingga pusing, sehingga saksi 1 mendudukka korban, lantaran korban mengeluh sesak nafas. lalu saksi memberikan korban obat sesak nafas

Beberapa saat kemudian, korban muntah dan mulut korban mengeluarkan busa, sehingga pukul 20.00 wit korban menghembuskan nafas terakhir  di jalan yang rusak.

Rekan korban yang berjalan kaki, lalu menitip pesan ke masyarakat di Bintuni hendak menuju Manokwari, agar melaporkan hal ini ke Aparat Kepolisian bertugas di perusahan PT.Megapura Bangun di Distrik Tahota maupun ke dokter untuk datang memberikan pertolongan dan mengevakuasi jenazah ke perusahan kayu tersebut untuk selanjutnya di bawa ke Manokwari.

Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke perusahan kayu PT.Megapura Bangun, dibantu anggota brimob sedang bertugas di perusahan tersebut.

Atas penyampaian saksi ke Polsek Ransiki, agar jenazah sebelum di bawah ke Manokwari, terlebih dulu dibawah ke Puskesmas Ransiki untuk visum menggunakan mobil patroli dan ambulance dari Puskesmas Ransiki menuju ke perusahaan kayu mengevakuasi jenazah, ujar Mathias.

Hal serupa juga dibenarkan Rahmat Firdaus, mengatakan korban bersama empat orang lain sedang menumpang mobil hilux dari manokwari hendak menuju Teluk Bintuni, setibanya di Kampung Mamey korban dan rekan lainnya melanjutkan dengan jalan kaki, sesampainya korban di kubangan lumpur sangat parah, korban kelelahan dan sesak nafas tidak tertolong, mengakibatkan korban meninggal dunia di sekitar kubangan lumpur, hingga korban di evakuasi warga dan rekan korban menggukan tandu, ungkapnya.

Berita Terkait