Dinas Perhubungan Turun ke Pasar, Tertibkan Juru Parkir Liar

Oleh Redaksi

18 June 2019 07:01 589 VIew

''Dinas Perhubungan Manokwari melakukan penertiban parkir Liar di Pasar Sanggeng''

Manokwari arfaknews.com – Untuk mengantisipasi kesemrautan ketertiban parkiran dan pungutan Retribusi Kendaraan liar di Pasar Sanggeng Manokwari, Dinas perhubungan Manokwari turun langsung kelapangan mengarahkan tata kelola parkiran dan retribusi, Jumat (14/6).

Kepala Dinas Perhubungan Manokwari, Alberth Simatupang, ketika di temui awak media, mengatakan Kondisi membludaknya kendaraan dilahan Parkir Pasar Sanggeng disebabkan karena ada dampak bencana kebakaran dan Pembangunan di los sementara sehingga panataan pelataran parkir semakin sempit untuk digunakan pedagang, sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan di pelataran Parkir, ungkapnya.

Diupayakan untuk mencari solusi altetnatif, guna menghindari kemacetan dengan menertibkan arus masuk keluar parkiran dan menertibkan para juru parkir yang sedang bertugas, jelasnya.

dirinya tidak dapat menampik jika ada juru yang nakal, dimana mereka memungiti penegndara tanpa ada karcis , sehingga juru parkir yang nakal akan dikenai sanksi lantaran hal ini berdampak ke Intansi pemerintahan.

Untuk itu pihaknya turun langsung ke lapangan untuk melihat situasi, serta mengumpulkan para juru Parkir resmi dan tidak resmi agar semua diakomodir dalam juru parkir oleh dinas perhubungan, agar mereka dibina, diatur dan diarahkan untuk memungut retribusi sesuai dengan aturan yang ada. Jelasnya

Kaiatan dengan berapa jumlah juru Parkir tidak resmi yang diakomodir, dirinya menjelaskan pihaknya masih mengupayakan agar mereka bisa diakomodir di Dinas Perhubungan.juru parkir tidak resmi bergabung dengan juru parkir resmi.

Juru parkir resmi ini diangkat melalui SK Kepala dinas dan sesuai dengan aturan hasil pungutan parkir, 70 persen disetor ke PAD sedangkan 30 persen untuk juru Parkir, namun hal ini sudah tidak bisa mendukung lagi karena ada penambahan kuota juru Parkir yang tidak resmi sekitar 20 orang.

Melalui kesepakatan nantinya, para juru parkir akan dibuat kontrak kerja per tahun, kedepannya juru parkir ini, jika di setujui Bupati di usulkan menjadi tenaga Kontrak yang dibiayai APBD, terangnya.

Berita Terkait