Dua Pelaku Pemerasan Oknum PNS Manokwari Melalui Medsos Diringkus di Menado

Oleh Redaksi

05 July 2019 07:01 953 VIew

''Salah satu pelaku sedang menjalani pemeriksaan polisi di Menado ''

Manokwari arfaknews – Satuan Reskrim Polres Manokwari, meringkus dua pelaku pemeresan melalui Media Sosial (Medsos) terhadap oknum PNS di Manokwari bernama Gabriella Monalisa dan Tirza Lumintang, di Menado, Sulawesi Utara

penangkapan terhadap kedua pelaku pemerasan melalui Medsos ini, kamis (4/7) 2019, sekitar pukul 20.00 Wita.di Menado Sulawesi Utara, dimana kedua pelaku diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan pemerasan, serta pengancaman atau setiap orang yang membuat dan menawarkan jasa pornografi atau pemerasan.

Hal ini sesuai dengan Pasal 45 Ayat (4) Jo Pasal 27 Ayat (4) UU RI No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2018, tentang ITE dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) dan/atau Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat (2) UU RI No 44 tahun 2008 tentang pornografi dan/atau Pasal 369 Jo pasal 55 KUH Pidana.

Dasar penangkapan terhadap kedua pelaku, berdasarkan Laporan Polisi : LP/384/V/2019/Papua barat/Res Manwar tanggal 25 mei 2019, Sprindik : SP.Sidik/99.a/VI/2019/reskrim, Springas : SP.Gas / 99.b / VI / 2019 / Reskrim dan Sprinkap : SP.Kap / 42 /VII / 2019/ Reskrim

Sementara Krinologis Kejadiannya bermula ketika korban sekitar pukul 19.30 Wit sedang berada dikantor, kemudian pelaku melakukan video call dengan korban, kemudian pelau meminta korban untuk melucuti pakaiannya sambil melakukan Video Call,

Tanpa sepengetahuan korban, pelaku telah menscreenshot Video Call tersebut, namun ke esokan hari lalu pelaku menghubungi korban dan mengancam korban akan menyebarkan foto screenshot tersebut melalui medsos, apabila korban tidak memberikan sejumlahuang.

Pelaku pun meminta korban melakukan transfer melalui nomor rekening 0469117187  di Bank BNI, bahkan pelaku sudah berulang kali melakukan dan mengulangi perbuatanya, akibat perbuatan pelaku, korban dirugikan secara materi sebesar Rp 60 juta rupiah.

Adapun barang bukti telah diamankan dalam proses penangkapan dan penggeldehan di rumah pelaku, diantaranya 11 lembar kertas fotocopy salinan slip transfer ATM korban, 6 lembar rekening koran tabungan Bank Mandiri milik korban, satu Bundel lembar kertas berisi hasil foto layar (screenshot) antara korban dan pelaku, satu kartu ATM rek BNI, satu buku tabungan rekekning BNI, satu buku rekening koran BNI pelaku dan satu rekaman CCTV pelaku.

Atas penangkapan ini, polisi lalu melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka , serta melakukan penahanan di Rumah Tahanan mako Polda Sulut, sebelum kedua pelaku di boyong ke Manokwari, ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, melalui rilisnya ke sejumlah awak media, Jumat (5/7).

Berita Terkait