Satwa Liar Dilindungi, Didapati Polisi di Mess Karaoke Double O Kota Sorong

Oleh Redaksi

07 July 2019 07:01 242 VIew

''Salah satu hewan liar di lindungi didapati di penangkaran''

Kota Sorong arfaknews – Polisi mendapati puluhan satwa liar Papua yang di lindungi di sangkarkan tanpa ijin, terletak di mess karaoke Double O Kota Sorong, Kamis(5/7)

Pengungkapan aparat kepolsian terkait kasus Pemeliharaan dan perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) tanpa Ijin, ternyata beromset Milyaran Rupiah

Penangkaran puluhan satwa liar yg dilindungi berdasarkan undang undang ini ternyata tanpa ijin/sertifikat penagkaran di mess Double O Karaoke, di kilometr 10, Kota Sorong, Papua Barat, sementara pihak penangkaran satwa liar papua ini, diduga telah melanggar pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 thn 1990 jo pasal 21 ayat 2 butir a UU nomor 5 tahun 1990, tentang g konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya jo pasal 5 uu tahun 1992 tentang karangtina hewan, ikan dan tumbuhan.

Lokasi penangakaran satwa liar tanp ijin beromset milyaran rupiah  di komandani Kompol Choiruddin Wachid, bersam 4 orang anggota polisi ini berdasarkan SPRIN TUGAS NO. 32. b/VI / 2019, TGL 18 JUNI 2019 dan SPRIN LIDIK NO 32.a / VI /2019, TGL 18 JUNI 2019

Adapun tindakan dilakukan polisi yakni mengamankan barang bukti puluhan satwa liar di lindungi dalam kandang yakni 2 ekor Kakaktua Putih Jambul Kuning, 2 ekor Kakaktua Raja Hitam 2 ekor Kakaktua Macau, 1 Ekor Kakaktua  Bayam, 2 ekor Kasturi jenis Nuri,1 ekor Kakaktua Putih Jambul Orange, 1 ekor Mambruk, 1 ekor Rusa, 4 ekor Iguana, 2 ekor Biawak ( Varanusal Salfaduri), 2 ekor Kucing Hutan impor jenis karakal asal afrika, 8 Ekor monyet mini asal amerika latin, 2 ekor kucing anggora liar

Ditemukannya satwa liar di lindungi ini, polis telah memintai keterangan Manager Oprasional Double O  atas nama Raimon dan Admin karaoke Doubel O menerangkan bahwa pemilik atas nama OR alias U, semua hewan yg ada tidak memiliki ijin dari pihak berwenang dimana pemilik satwa liar di lindungi ini, Sudah kerapkali mempoerjual belikan satwa telah dilindungi UU

Langkah telah diambil aparat kepolisian, melakukan kordinasi dengan BKSDA Sorong, membuat Laporan Polisi (LP), membuat surat perintah tugas dan Sidik, serta melakukan penyitaan BB satwa dan menitipkan satwa ini ke BKSDA dan melimpahkan perkara ini ke Sat Reskrim Polres Sorong Kota, ujar Kabid HUmas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey melalui rilisnya ke sejumlah awak media.

Berita Terkait