DPM Papua Barat Gulirkan Program Bursa Inovasi Kampung

Oleh James Aisoki

12 July 2019 07:01 344 VIew

''Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Papua Barat Lince Idorway | Foto : Redaksi Arfak News''

Manokwari, arfaknews.com - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Papua Barat terus menggenjot peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan Kampung dengan digulirkannya Program Bursa Inovasi Kampung atau Desa di Papua Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Papua Barat Lince Idorway menyatakan, program yang digulirkan sejak 1 Juli 2019 dan akan berakhir pada 31 Juli 2019 mendatang ini, bertujuan untuk merangsang dan memacu semangat pemerintah Kampung dalam melakukan inovasi terkait potensi unggulan masing-masing Kampung.

Lince Idorway meminta Tim Inovasi Kampung agar segera melakukan sosialisasi P2KTD. Setelah sosialisasi dilaksanakan, setelah itu menampilkan seluruh inovasi yang dilaksanakan di Kampung.

"Inovasi bisa berupa produk unggalan yang berada di wilayah itu, misalnya di daerah itu potensi yang diunggulkan adalah buah kelapa, maka dapat dilakukan inovasi terkait pengelolaan, distribusi hingga penjualan buah kelapa, sampai menembus pasar supermarket. Produk itu yang menjadi unggulan Desa,'' terang Lince.

Salah satu upaya mendorong gerakan inovasi Kampung diantaranya diwajibkannya pemerintah Kampung untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa atau Kampung (BUMDes).

Lince mengungkapkan, di Provinsi Papua Barat, hingga kini baru terdapat beberapa Kampung yang telah menunjukan potensi keunggulan daerahnya melalui inovasi kampung yang dikelola oleh BUMDesnya masing-masing.

''Di Papua Barat, Bumdes yang paling menonjol itu di Daerah Fakfak, mereka punya komoditi unggulan buah pala dan rumput laut, setalah itu Bintuni dengan produk unggulannya kepiting, udang, buah merah, manggrove dan nipa,'' imbuh Lince.

Berita Terkait