Petani Merugi, Hama PBK Menyerang 16.000 Hektar Kakao di Manokwari

Oleh Rizaldy

12 July 2019 07:01 202 VIew

''Sekitar 16.000 Hektar Perkebunan Kakao di Manokwari Hancur diserang Hama Penggerek Buah Kakao (PBK), upaya penyelamatan komoditas unggulan ini terus digalakan dengan mengembangkan varietas unggul yang tahan serangan hama PBK. | Foto : Istimewa ''

Manokwari, arfaknews.com - Serangan serangga Penggerek Buah Kakao (PBK) secara masif di Manokwari Provinsi Papua Barat telah menghancurkan 16.000 hektar perkebunan Kakao milik petani.

Komoditas pertanian yang sempat menjadi unggulan di Kabupaten Manokwari itu, kini mulai ditinggalkan petani dan memilih mengalihkan usahanya di sektor pertanian lain selain Kakao.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Manokwari Kukuh Saptoyudo di Manokwari, mengatakan, dari 16.000 hektar perkebunan Kakao di Manokwari, hanya sekitar 100 hektar yang masih dapat dikatakan produktif, sementara sisanya hancur akibat serangan hama PBK.

''Serangan hama PBK itu sangat cepat, hampir semua kebun kakao di Manokwari termasuk di Sidey semuanya hancur, kami sudah berupaya membasmi hama perusak itu, tetapi karena serangannya sangat cepat dan inangnya (PBK) itu bisa di tanam di durian, rambutan atau di nangka,'' katanya.

Untuk meminimalisir kerusakan akibat serangan hama PBK, sejak tahun 2016 hingga 2017, Dinas yang dipimpinnya itu telah mengembangkan varietas kakao unggulan yang tahan terhadap serangan hama PBK.

Kukuh mengungkapkan pengembangan varietas kakao unggulan tersebut pada tahun 2018 lalu dialokasikan sebanyak 10 hektar di kampung Wamnowi Distrik Sidey.

''2018 hanya 10 Hektar, itu kita tanam di Kampung Warnowi Distrik Sidey, hanya 10 hektar, karena anggaran kita terbatas. sedangkan untuk rehabilitasi kami gunakan anggaran pusat sebanyak 100 hektar untuk Distrik Prafi, Masni dan Sidey,'' ungkap Kukuh.

Berita Terkait