KONI Daerah Mati Suri, Sasarannya KONI Papua Barat

Oleh Jams Aisoki

15 July 2019 07:01 730 VIew

''Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw''

Manokwari arfaknews com - Hampir semua Atlit direkrut di Pengprov Cabor, tanpa melalui rekomendasi dari pengurus Kabupaten Cabor di daerah, Hal itu menjadi pro kontra di tengah masyarakat, pasalnya tidak terwakilkan atlit dari daerah-daerah.

Sejak dilantik pertengahan 2018 hingga awal 2019, tidak ada ivent- di daerah diselenggarakab pengurus daerah (Pengkap) KONI, untuk mempersiapkan atlitnya guna direkomendasi ke Pengurus Koni Provinsi terkait Cabang Olah Raga bakal diseleksi ke KONI.

Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw, Sabtu (13/7)  fakum dan tidak berjalan pasca dilantik Gubernur Papua Barat selaku Ketua Umum KONI Papua Barat.

Dilihat dari semua Pengkab Cabor, setelah dilantik tidak ada kegiatan dilakukan KONI kabupaten/kota, bahkan mereka justru menggebu-gebu untuk dilakukan pelantikan, tapi kesiapan mereka untuk menyiapkan atlit ditingkat kabupaten cakuf,  kata Daud.

Disayangkan para Kepala Daerah sebagai ketua Umum KONI tingkat daerah, seharusnya memikirkan masa depan atlit di daerah.

Siapakan anggaran, gelar kegiataan, dorong atlit mudah untuk berlatih, sehingga hasil itu nantinya dibawah ke Pengorov untuk diseleksi agar direkomendasi ke KONI untuk TC melalui Puslatda, Paparnya

Justru sebaliknya, sama sekali tidak ada ivent, seakan terjadi kefakuman di daerah, di contohkan, di Manokwari tidak ada kegiatan dilakukan KONI Manokwari, justru yang melakukan kegiatan mempersiapkan atlit hanya club.

Untuk mendapatkan hasil maksimal seharusnya dari club diseleksi pengurus KONI Kabupaten, baru direkomendasikan ke KONI Papua barat.

Namun sekarang ini, perekrutan tidak melalui Pengkab KONI, dari club langsung masuk ke pengprov, jadi pengprov lihat club mana bagus tinggal mengambilnya.

Contoh Kasus, Pengprov Pertina, atlit di Sorong Kecewa lantaran merasa tiak diwakili, hal ini membuat Pengprov Cabor sendiri bingung, mau ambil yang mana, alternatifnya diambil saja karena kefakuman pengkab KONI di daerah.

Sekarang ketika gagal, salahkan KONI, padahal KONI hanya fasilitator, sesuai prosedur harus dari bawah terutama dari club-club lalu ke pengkab, pengkab seleksi ke Pengprov, setelah itu ke KONI mempersiapkan, sehingga dapat hasil yang memuaskan.

Namun KONI Papua Barat optimis, Papua Barat pasti bisa lolos di Pra-PON untuk menuju ke PON, sehingga meminta dukungan dan doa masyarakat Papua Barat, tutupnya.

Berita Terkait