Kisruh Dualisme Asprov PSSI Berakhir, KONI PB Tunjuk Wakil Ketua Menahkodai

Oleh Jams Aisoki

16 July 2019 07:01 455 VIew

''Logo Asprov''

Manokwari Arfaknews.com- setelah melakukan perseteruan terkait dualisme kepengurusan Asprov Papua Barat, akhirnya KONI Papua Barat mengambil langkah untuk memutuskan dua Kubu Asprov PSSI Papua Barat lagi kisruh agar segera usai.

Ketua Harian Koni Papua Barat, Daud Indouw menjelaskan, pihaknya telah berkonsultasi dengan KONI pusat dan menginstruksikan untuk mengambil ahli, jika masalah Dualisme Asprov PSSI tidak kunung terselesaikan

Sesuai dengan pertemuan, Kamis (11/7) lalu menegaskan dalam dua kubu ini, antara ketua bersama kelompoknya dan Wakil ketua bersama kelompoknya, jika tak terselesaikan maka akan diambil alih dan memutuskanya.

Sesuai waktu telah ditentukan, sehingga KONI Papua Barat menunjuk Wakil Ketua Asprov PSSI Papua Barat, Yance Kambu mengkordinir Asprov PSSI Papua Barat.

Wakil Ketua Asprov ditunjuk untuk menangani Asprov PSSI Papua Barat untuk ditanganinya,Kata Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw  Senin (15/7)

Dikatakan tindakan dilakukan KONI Papua Barat untuk menyelamatkan Atlit agar dipersiapkan dalam mengikuti pra kualifikasi Pra-PON nantinya menuju ke PON XX Tahun 2020 di Papua nantinya.

Keputusan di ambil KONI Papua Barat, karena undangan KONI pada Ketua Asprov PSSI Papua Barat tidak pernah di indakan, KONI sudah menyurati, namun ketua Asprov PSSI Papua Barat tidak pernah menanggapi, Katanya.

semntara Yance Kambu menjelaskan pihaknya berterima kasih atas tindakan KONI Papua barat dalam menyelesaikan dualisme kepengurusan di Asprov PSSI ini.

PON ini merupakan hajatan KONI. Keputusan ini arif dan bijaksana, sebab tawaran untuk melakukan konsilisiasi internal itu sudah dilakukan bahkan sampai terakhir kemarin hari kamis (11/7), diwajibkan KONI untuk menyelesaikan masalah internal kepengurusan Asprov PSSI Papua Barat, sehingga para pengurus duduk bersama menanggapi pertemuan tidak terlegitimasi, bahkan pertemuan selanjutnya tidak dihadiri ketua Asprov PSSI, kata Yance sembari menjelaskan KONI sebagai pemilik hajat menunjuknya dalam mengaordinir Asprov Papua Barat dalam menyelamatkan Atlit, kata Yance

Asprov PSSI sudah terverifikasi sebagai cabor ke 27 dan sah secara hukum didepan Ketua Harian KONI, sehingga mandat ini bukan mandat gampang, melainkan mandat penuh resiko besar, sebab harus bertanggjawab pada publik di Papua Barat, karena sepak bola adalah salah satu cabang olahraga unggulan.

Dirinya mengajak semua pihak pecinta bola untuk memberikan dukungan, saran dan kritik , sehingga kita satu hati mengawal  pra-PON ini, bahkan Tim sepak bola Papua barat sudah terbentuk dan terkumpul di Papua Barat,

Sekarang bukan saatnya seleksi lagi, tapi kita sudah ada di Fase Khusus mempersiapkan mental atlit dan teknik bertanding menuju pra kualifikasi, ujarnya.

Berita Terkait