Entaskan Opini WDP ke WTP, Pemda Manokwari Gelar Bimtek Aplikasi Simda BMD

Oleh Jams Aisoki

16 July 2019 07:01 323 VIew

''Sejumlah pejabat Manokwari dan peserta Bimtek lakukan Foto bersama''

Manokwari arfaknews.com - Dalam laporan tahun anggaran, semua terbaca di Neraca, dimana neraca ini bakal diperikasa BPK, ketika BPK tidak dapat meyakininya maka Opininya turun, maka kalau tidak diperbaiki opininya akan turun lagi, padahal Manokwari ini ada di Ibu Kota, seharusnya bisa bercermin dari daerah lain di Papua Barat, bahkan ada yang sudah berkali-kali mendapat WTP.

Hal ini diucapkan Kepala Perwakilan BPKP Papua Barat, Riki Antariksa, ketika memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan tekhnis (Bimtek) Aplikasi Simda BMD dan Monev bagi pengurus barang, di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manokwari, berlangsung di salah satu Hotel,  Senin (15/7).

Dalam rangka tata pengelolaan managemen Aset tidak tertib disebabkan, terdapat aset tetap nilainya nol rupiah dalam akuntansi, tetapi dipasaran nilai terdapat lain, hal ini kalau disalah mengerti maka akan berdampak, lantaran aset itu perlu dinilai ulang (revalusi) aset.

Selanjutnya Aset tertulis, artinya tercatat dalam laporan tetapi barangnya tidak tahu ada dimana, misalnya barang seniai 100 juta, tapi barangnya tidak ada, demikian pula dicatatan ada, barangnya juga ada tapi tidak ada bukti-bukti kepemilikannya. lebih parah lagi, ketika aset dikuasai pegawai sudah tidak di dinas lagi atau dikuasai pihak ketiga tak ada hubungannya dengan Dinas.

Hal ini akan menjadi temuan permasalahan yang tak kunjung selesai, aset-aset pemerintah daerah Jadi musti tertib, diupdate,  termasuk perencanaannya, jelasnya.

Secara teknis kurangnya kordinasi antara pengurus barang dan pengelola. Misalnya di catatan pengelola ada 100 item, tapi saat dibagi  jumlah totalnya tidak sampai 100 item atau mungkin lebih banyak 1500. Karena itu perlu adanya penataan asset, sehingga malaui Bimtek ini, bisa menambah pengetahuan sehingga dapat mengoperasikan Simda BMD.

Melalui acara ini, semua pengurus barang memahami, pengelolaan barang milik dari sehingga menghasilkan laporan BMD yang Informatif dan akuntabel, diharapkan kualitas laporan aset Kabupaten Manokwari nantinya akan lebih meningkat, sehingga opini WDP bisa meningkat ke WTP,  jangan menurun ke Disclaimer lagi, ingatnya.

Ditambahkan Ketika dapat opini WTP sekali, ada insentif dari pemerintah sekian Milyar, kalau dua kali meningkat lagi, tiga kali WTP terus meningkat, ketika mengejar laporan ini, biar terus meningkat, diharapkan Tahun 2019, bisa meningkat ke WTP di tahun sebelumnya.

Wakil Bupati Kabupaten Manokwari, Edi Budoyo menerangkan sejak 2017 dalam pemeriksaan BPK, Kabupaten Manokwari meningkat dari Disclaimer ke Wajib Dengan Pengecualian (WDP), padahal dari segi administrasi keuangan baik saja, hanya dari aset ini yang belum tertata dengan baik.

Dijelaskan sebelum dirinya bersama Bupati Manokwari menjabat di Tahun 2016, dibawanya Kabupaten Manokwari selalu mendapat opini Disclaimer, hal itupun ada faktor penyebabnya dimana penataan aset daerah yang tercecer.

Tercecernya aset daerah dikarenakan Manokwari memekarkan du kabupaten yakni Teluk Wondama dan Teluk Bintuni, serta Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan, sehingga penataan aset belum baik, Namun dari 2016 sampai sekarang, aset Manokwari sudah mulai dibenahi.

Mudah-mudahan, pengelola aset ini bisa berjalan tertib, agar mendapat opini WTP sehingga ada bonus, diharapkan dalam Seminar ini agar dapat di ikuti dengan baik, agar dalam pelaksanaan Program, kita terhindar dari permasalahan-permasalahan hukum, harapnya.

Berita Terkait