Buronan Kasus Pembunuhan di Buton, Tertangkap di Manokwari

Oleh Redaksi

26 July 2019 07:01 3179 VIew

''Buronan pelaku pembunuhan di Buton berhasil di ringkus''

Manokwari arfaknews – Seorang Buronan pelaku pembunuhan di kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, bernama Abdul Wahid (40 Tahun), ditangkap tim gabunagn dari Krimsus Polda Papua Barat, Polda Sulawesi selatan dan Polda Sualwesi tenggara di tempat persembunyiannya, di Daerah Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Manokwari. Kamsi (26/7) 2019, sekitar pukul 18.30 Wit.

Tim Gabungan Krimsus sempat kewalahan ketika hendak menangkap pelaku pembunuhan terbilang licin ini, dimana kamis (26/7), sekitar pukul 02.00 Wit, ketika polisi sudah mengetahui lokasi persembunyian pelaku di kompleks Borubudur, di jalan Jendral Sudirman, pelaku sempat lolos dari penangkapan, namun tim gabunag polisi ini hanya menyita barang milik pelaku dan data dirinya.

Setelah mendapatkan identitas lokasi persembunyian pelaku pembunuhan ini, polisi lalu bergerak cepat melakukan penyisiaran di wilayah Sowi, Wosi, Maruni dan Sanggeng, namun polisi sudah mengetahui lokasi tempat dimana pelaku ini bersembunyi, sehingga pelaku berhasil di tangkap di wilayah Sowi.

Abdul Wahid ini merupakan DPO pelaku kasus Pembunuhan di Kabupaten Buton yang di jerat dengan pasal 338 KUHP Subs 351 ayat 3 KUHP berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/ 25/ VI/ 2019/ Sultra/ SPKT Res Buton, Tanggal 9 Juni 2019 dan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor : DPO/ 04/ VI/ 2019/ Reskrim, 18 Juni 2019

Pelaku ini berprofesi sebagai petani beralamat di Dusun Sampuabalo, Desa Sampuabalo, Kecamatan. Siotapina, Kabupaten. Buton, Sulawesi Tenggara dan hanya mengenyam pendidikan  hingga SMP.

Sementara pelaku merupakan tersangka penganiayaan terhadap korban bernama La Juanda dengan menggunakan sebilah parang, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah pelaku berhasil di ringkus, kemudian di giring ke Polres Manokwari untuk diamankan didalam ruang sel, sambil menunggu pelaku di boyong ke Buton, ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, melalui rilisnya.

 

Berita Terkait