Genjot Komitmen Inovasi Desa, P3MD Manokwari Gelar Bursa Inovasi Desa Kluster Tiga

Oleh Redaksi

08 August 2019 07:01 228 VIew

''Ketua Panitia Bursa Inovasi Desa Cluster Tiga (Distrik Sidey, Masni, Prafi) Yusak Yusanto Sayori, S.Sos, saat membacakan laporan Panitia Bursa Inovasi Desa Cluster Tiga di Gedung Serba Guna Kampung Mobja Distrik Masni, (5/8/2019). ''

Manokwari, arfaknews.com - Geliat gerakan membangun Kampung di Kabupaten Manokwari terus digenjot Pemerintah Pusat melalui Program Bursa Inovasi Desa (BID) Kluster Tiga ini digelar di Kampung Mobja Distrik Masni.

Bursa Inovasi Desa Kluster Tiga ini meliputi Distrik Prafi, Masni dan Sidey. Animo Aparat Kampung dari tiga Distrik di Kluster Tiga untuk mengikuti bursa inovasi kampung ini terbilang cukup tinggi.

Sekitar 120 orang perwakilan Pemerintah Kampung dari tiga Distrik di dataran Prafi, Masni dan Sidey tampak antusias mengikuti kegiatan pembukaan hingga kegiatan pleno burasa inovasi.

Ketua Panitia Bursa Inovasi Desa Kluster tiga Yusak Yusanto Sayori, S.Sos dalam laporannya menyatakan, Bursa Inovasi Desa bertujuan untuk memberikan referensi program inovasi desa sesuai potensi keunggulan yang dapat dijadikan prioritas program Desa.

''Bursa inovasi desa ini menyajikan informasi atau referensi inovasi desa untuk mendukung pembangunan desa. Bursa ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di kawasan Warpramasi,'' kata Yusak Yusanto Sayori atau yang karib disapa Santos di gedung serba guna Kampung Mobja Distrik Masni, (5/8/2019).

Santos mengungkapkan, maksud bursa tersebut, untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa atas pilihan solusi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif, efisien dan inovatif.

Sementara Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa P3MD Kabupaten Manokwari Sumarno mengungkapkan, program bursa inovasi desa ini digulirkan pemerintah pusat dilatarbelakangi evaluasi penyelenggaraan dana desa oleh pemerintah pusat atas kucuran triliunan rupiah dana desa kepada desa-desa di seluruh Indonesia namun belum menjawab tujuan Dana Desa.

''Sudah triliunan rupiah dana desa dikucurkan kepada desa-desa di seluruh Indonesia, namun pemerintah pusat menilai efektifitas dan efisiensi dana desa belum mampu menjawab tujuan dana desa itu sendiri,'' ungkap Marno. Menurutnya, tujuan dana desa sejatinya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat desa, dan mendorong perputaran ekonomi di desa.

''Tapi ini (tujuan dana desa. red), masih jauh dari harapan Kementerian Desa. Sehingga Kementerian Desa menggulirkan Program Bursa Inovasi Desa, program ini sebenarnya merupakan program pendukung dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD),'' imbuhnya.

Marno menerangkan, mekanisme bursa inovasi desa yakni, kepala Desa yang hadir diarahkan untuk mengambil satu atau dua contoh inovasi desa kemudian dituangkan dalam kartu komitmen Desa yang selanjutnya dianggarakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung tahun 2020.

''Jadi indikator bursa ini berhasil adalah terakomodirnya program inovasi yang tertuang dalam kartu komitmen Desa pada APBK tahun 2020 mendatang. hapannya, dikulster tiga ini (Distrik Sidey, Masni dan Prafi. red) memerapkan contoh-contoh inovasi yang telah dituangkan dalam APBK tahun 2020,'' terang Marno.

Berita Terkait