Sentil Pembinaan Atlit, KONI Papua Barat Sayangkan Pernyataan Filep Wamafma

Oleh James Aisoki

08 August 2019 07:01 667 VIew

''Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw, S.H,''

Manokwari, arfaknews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat menyangkan pernyataan Ketua STIH Manokwari Filep Wamafma, atas sorotan yang dilontarkannya terkait kegagalan KONI Papua Barat dalam melakukan pembinaan atlit, sehingga terdapat beberapa atlit dari luar Papua Barat yang dikontrak sebagai atlit PON XX di Provinsi Papua.

Pernyataan Filep Wamafma yang juga merupakan Anggota DPD RI terpilih 2020-2025 itu ditanggapi Ketua Harian KONI Papua Barat Daud Indouw. Menurutnya sorotanFilep Wamafma kepada KONI Papua Barat terkait pembinaan atlit itu salah alamat, sebab KONI melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsinya sesuai Prosedur Tetap (Protap) KONI.

Daud menegaskan, soal pembinaan atlit merupakan tanggung jawab Pengkab dan Dinas Pemuda dan Olahraga ditingkat Kabupaten. Atlit yang telah dibina di tingkat Pengkab dan Dispora Kabupaten selanjutnya diseleksi oleh Pengprov dan kemudian di rekomendasikan kepada KONI untuk dipersiapkan menjadi atlit PON.

''Jadi jangan asal bunyi, tahu dulu Tupoksi KONI baru ngomong. Walaupun, pembinaan di tingkat Pengkab sama sekali tidak dilakukan, jangan kita saling menyalahkan dan melempar masalah, apalagi menuduh KONI tidak lakukan pembinaan," ketus Daud menepis pernyataan Filep Wamafma yang dimuat di salah satu Media Massa di Manokwari.

Daud mengatakan, saat ini KONI Papua Barat tidak memiliki dana pembinaan atlit di Pengkab karena sesuai Protap KONI, KONI hanya mempersiapkan atlit berprestasi untuk masuk Pra-PON XX.

''Jadi Saya sayangkan seorang tokoh intelektual, tapi tak tahu Tupoksi," ketus Daud kepada arfaknews.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/8/2019).

Daud mengatakan, sebagai Pimpinan, Ia tidak sangsi terhadap kritikan, namun Ia sayangkan kritikan yang dilontarkan Filep Wamafma menurutnya salah tidak tepat sasaran atau salah alamat.

''Jangan hanya bicara Papua gudang atlit dan menuding KONI tidak lakukan pembinaan, namun lihat dulu Protap KONI. Masa sudah sampai injury time baru suruh KONI bina atlit, ini logikanya dimana," tukas Daud.

''Jangankan anggaran pembinaan atlit, KONI sendiri saja hingga kini kewalaan dalam membiayai cabor-cabor yang ada. Saat ini, untuk mempersiapkan Cabor menuju PON XX, anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi sangat terbatas,'' pungkas Daud.

Berita Terkait