KONI Papua Barat Tidak Punya Anggaran Kontrak Atlit

Oleh Jams Aisoki

08 August 2019 07:01 935 VIew

''Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw''

Manokwari arfaknewa.com -  Sejauh ini KONI Papua Barat tidak punya anggaran untuk mengontrak atlit, sebab anggaran yang disediakan KONI hanya untuk membiayai Puslatda dalam mengikuti Pra-PON, bukan untuk di gunakan membiaya untuk mengontrak atlit.

Terkait mengenai atlit bola Volly  Papua Barat Lolos ke PON, ditenggarai banyak atlit dari luar, hal itu merupakan urusan rumah tangga dari PBVSI.

Mungkin kerena Ketua Pengprov merasa atlit Volly di milikinya   kurang ideal di inginkan pelatih, sehingga beliau mengambil langkah untuk mengontrak atlit sendiri.

Akan tetapi KONI Papua Barat hingga kini belum pernah mengontrak atlit ataupun menanda tangani MOU terkait kontrak Atlit, kata Daud Indouw  ketika di hunungi via ponsel, Kamis (8/8).

Kami berterima kasih pada Ketua Pengprov PBVSI Papua Barat telah berupaya menyediakan atlit untuk bermain atas nama Papua Barat.

Dikatakan untuk mengontark atlit, dana yang desediakan KONI Papua Barat tidak mencukupi, namun justru PBVSI Papua barat mampu menghadirkan sejumlah pemain berbakat untuk bola Volly, sehingga mampu untuk lolos ke PON.

Dari semua Cabor yang ada, 90 persen anak-anak Papua ikut bertanding, mereka kontrak pemain atau membawa pemain luar atau seperti apa, tapi KONI Papua barat ketahui jika honor atlit sesuai dengan pagu anggaran telah ditetapkan, walaupun mereka membawa Atlit dari luar, akan tetapi honor atlitnya semua sama. jelasnya

Papua Barat menghibahkan sebanya 30 Miliyar dana untuk KONI Papua Barat, namun Gubernur Papua Barat selaku ketua Umum KONI Papua Barat mengalokasikan lalgi Dana sekitar 5 Milyar untuk Puslatda. Jadi, jumlah semuanya sebesar 35 milyar.

Anggaran ini sendiri telah terbagi habis sesaui dengan pagu anggaran KONI. Kaitan dengan TC Inap, peralatan, belum dilengkapi, pasalnya anggaran yang ada dimaksimalkan untuk TC berjalan dan Prapon".

Kedengaran anggarannya besar, akan tetapi akomodasi dan transportasi keluar untuk atlit bertnading mencapai puluhan juta rupiah, belum ditambah biaya inap dan logistik selama ikut bertanding.

Dikatakan Satu Cabor diperkirakan dapat menghabiskan dana sekitar 200-400 Juta. Jadi, KONI Papua barat sendiri punya laporan Pertanggung jawaban lengkap untuk tiap anggaran Para Cabor, tegasnya.

Berita Terkait