Rapat Pleno ke XIV DAP di Jayapura Tinggalkan Polemik

Oleh Jams Aisoki

12 August 2019 07:01 323 VIew

''Pengurus DAP Wilayah III Doberay''

Manokwari arfaknews.com – Berdasarkan hasil Rapat Pleno ke XIV Dewan Adat Papua berlangsung di Jayapura 6-9 Agustus 2019 lalu, dinilai menciderai Statuta Dewan Adat Papua, pasalnya Rapat Pleno tidak dibenarkan, namun justru menggugurkan hasil Konferensi Wilayah, sebab hasil konferensi wilayan memiliki mandat berdasarkan otoritas adat di wilayah.

Ketua DAP Wilayah III Doberay, Johan Warijo menerangkan, Rapat Pleno DAP dihadiri Yan Piter Yarangga dan Leo Imbiri, seharusnya mencari solusi bukan menggugurkan hasil Konferesi wilayah yang sudah ada saat ini.

Dikatakan rapat pleno DPD Papua ke XIV ini tidak bisa menggugurkan Konferensi wilayah III Doberay,  melainkan Pleno ini menggugurkan hasil konferensi yang tidak ada dalam statuta Dewan Adat Papua.

Seharusnya rapat pleno DAP ke XIV di Jayapuran bukan menggugurkan melainkan memberikan rekomendasi penyelesaian  atau mencari solusi penyelesaian masalah, ungkapnya

Dikatakan jangan ada kepentingan Politik dalam Dewan Adat Papua, dimana Dewan Adat Papua  ini, murni untuk kepentingan Masyarakat adat Papua, sesama anak Adat harus saling menjaga. Dewan adat Papua hadir agar sesama anak Papua tak saling bersinggungan.

peserta yang mewakili DAP Wilayah III Doberay apa mengerti dan tahu tatanan ini, Jangan lantaran mendapat mandat dari III daerah dan mau mengambil alih kepemimpinan dewan adat wilayah III Doberay untuk kepentingannya.

Dikatakan semua rapat pleno-pleno Dewan Adat Papua telah di ikuti, bahkan pernah menjadi ketua Panitia Sidang III DAP di Manokwari, serta berbagai kongres di Jayapura, sehingga paham betul proses ini dengan baik, terangnya.

Jika mau menjadi fasilitator penyelesaian Konflik di DAP III Doberay, mengapa dilakukan secara sepihak, bukan hanya mengundang salah satu, melainkan mengundang semua hadir dalam rapat pleno tersebut, hal ini tidak dilaksamnakan sama sekali, kemudian dapat informasi, hasil Rapat Pleno menggugurkan hasil Konferensi DAP wilayah III Doberay, hal itu dianggapnya keliru, lanataran pleno sama sekali tak bisa menggugurkan Hasil Konferensi Wilayah, tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Adat Mnukwar Keliopas Meidodga, menerangkan sejak sepeninggalnya almarhum Barnabas Mandacan, pihaknya telah bertemu dengan Dominggus Mandacan, selaku salah Kepala Suku Besar Arfak untuk membicarakan status kepemimpinan DAP wilayah III Doberay.

Sebagai anak adat harusnya santun terhadap sesama anak adat. Jangan datang dengan Kepentingan Pribadi dan lalu mengcaukan Daerah ini.

Dirinya bersama Wenan Watori menerima mandat dari Fiktor Kaisepo, selanjutnya Wenan Watori memberikan mandat itu pada ketiga kepala Suku Besar di Mnukwar.

Dari mandat itulah ditunjuk Barnabas Mandacan menjadi Ketua DAP III Doberay, “ jika ingin menjadi ketua DAP Wilayah III Doberay ini ijin siapa". Tegas salah satu Kepala Suku Besar Arfak Turunan Irogi Meidodga ini.

Ditegaskan pula tidak bisa orang dari luar masuk pimpin disini, dia mau perintahkan siapa, mau atur siapa, dikatakan Johan Warijo ini  layak jadi ketua DAP wilayah Doberay, lantaran ibunya perempuan Doreri punya Manokwari, ayahnya Amberbaken Snopi Kebar Arfak.

Orang layak pimpin DAP adalah orang dikenal Masyarakat disini. sehingga ditegaskan tidak ada dualisme di DAP III Doberay.

Selain itu, Ketua DAP Penggunangan Arfak, Goliat Menggesut menolak hasil Rapat pleno ke XIV DAP versi Yan Piter Yarangga menggugurkan konferensi wilayah III Doberay.

Dirinya dengan tegas menolak Pleno di Jayapura mengggurkan Hasil Konferensi DAP Wilayah III doberay, ketua dewan adat Papua Wlayah III Doberay  Johan Warijo adalah sah, diangkat dalam Konferensi DAP Wilayah III 20-22 September 2018  lalu

Penunjukan Johan Warijo mempersiapkan Konferensi Wilayah DAP wilayah III Doberay pasca sepeninggalnya almarhum Barnabas Mandacan, ditunjuk Ketua DAP Papua, Forkorus Yaboisembut. Jadi, tidak bisa diganggu gugat.

Dalam Forum Resmi tidak ada yang ganggu gugatan ini. ditegaskan yang mau ganti Barnabas itu datang bicara secara baik di rumah adat, minta ijin secara baik, Jangan atas namakan kalo dirinya menggugat secara adat dan bayar denda pada kami sesuai adat, Tegasnya,

Penyelesaian Konflik, Sekretaris DAP Wilayah III Doberay, Zakarias Horota  menyarankan, agar dilakukannya KBMAP IV Dewan Adat Papua sehingga dapat mempertemukan 3 Pemimpin Dewan Adat Papua, Versi Forkorus Yaboisembut, versi Dominukus Serabut dan versi Yan Piter Yarangga.

          

Berita Terkait