Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Penjualan Hp Melalui Instagram

Oleh Redaksi

13 August 2019 07:01 1122 VIew

''Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi sedang menanyai pelaku penipuan penjulan HP melalui akun Instagram''

Manokwari arfaknews - Satuan Reskrim Polres Manokwari, dibantu aparat kepolisian dari polda DI Yogyakarta, meringkus penipuan penjualan hp melalui akun instagram milik pelaku berinisal LG, di di Jalan Rajawali Gang Nuri Nomor 1A , Demangan Baru, kota yogyakarta.

Pelaku melancarkan aksinya seorang diri, menjual hp melalui akun instagram sejak april 2019, dimana sudah ada 8 korban telah tertipu berdasarkan pengakuan pelaku yakni korbannya berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, Surabaya dan Manokwari. 

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, ketiak di temui dalam press rilisnya, Selasa (13/8)  mengutarakan modus pelaku menjual HP Iphone X dengan sistim lelang dengan harga awal ditawarkan Rp 5 juta, sehingga korban tertarik membeli dan mengikuti lelang paling tinggi dialah pemenangnya, sehingga korban tinggal di manokwari tergiusr harga HP tersebut, sehingga mentarnsfer uang Senilai Rp 8.200.000 melalui rekening orang lain.

Namun hp di inginkan korban tidak dikirim  pelaku, sehingga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Manokwari, kata Adam

Setelah mampu memperdaya korbannya melalui hubungan telepon dan mentransfer uang melalui rekening orang lain, nomor hp pelaku dibuang dan akun instagram di media sosial di hapusnya guna menghilangkan jejak, kemudian pelaku mencari korban lain dengan modus yang sama melakukan tipu daya.

Pelaku akui pula jika membeli sejumlah nomor HP dan berbagai buku tabungan serta nomor rekening bank diperoleh dari media sosial yang menjual buku rekening beserta ATM orang lain.

Aksi dilakukan pelaku lantaran terlilit utang, dimana pelaku awalnya terkena tipu melalui akun penjualan tas di media sosial, sehingga pelaku mendesak penjual tas luar negeri ini untuk mengembalikan uangnya, namun uang tidak kembali, sehingga pelaku mencoba melakukan penipuan melalui akun penjualan instagram guna menebus utang telah di pakainya membeli tas tersebut.  

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 45 ayat (1) undang undang Republik Indonesia, nomor 19 tahun 2016, perubahan atas undang undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008, tentang ITE, atau pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 milyar rupiah.

Kini tersangka LG telah mendekam di ruang sel tahanan Polres Manokwari, usai di tangkap di Yogyakarta, guna penyidikan lebih lanjut.    

Hasil dari aksi penipuan melalui akun penjualan di instagram, pelaku sudah mengantongi uang sebanyak puluhan juta rupiah dari delapan korban yang telah ditipunya.

Polisi terus mendalami kasus penipuan ini, guna mengetahui apakah masih ada korban lain telah tertipu melalui akun penjualan di instagram ini, terangnya.

 

Berita Terkait