Dandim 1803 Fakfak : Pasca Bentrok, Kondisi Fakfak Aman dan Terkendali

Oleh Redaksi

21 August 2019 07:01 1076 VIew

'' Dandim 1803 Fakfak Letkol Inf Yatiman, A.Md mengimbau semua pihak agar menahan diri dan jangan mudah terprovokasi isu sara yang dapat merusak persatuan di Kabupaten Fakfak, Rabu (21/8/2019). | Foto : Istimewa''

Manokwari, arfaknews.com - Aksi protes masyarakat adat Mbaham Mata Fakfak terkait isu rasis diwarnai pembakaran pasar Thumburuni dan pengrusakan sejumlah toko serta lapak jualan warga, hingga pengibaran bendera bintang kejora di Kantor Dewan Adat Papua (DAP) Mbaham Mata, Kabupaten Fakfak , Rabu (21/8/2019) berujung bentrok antar warga.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 14.00 Wit itu diwarnai dengan pembakaran sejumlah fasilitas umum dan pengibaran bendera Bintang Kejora di pelataran Kantor Dewan Adat Mbaham Mata di Jalan Dr Salasa Namudat itu direspon aksi protes sejumlah warga meminta massa aksi didepan Kantor DAP Mbaham Mata menurunkan bendera Bintang Kejora.

Aksi spontan warga meminta penurunan bendera bintang kejora itu berujung bentrokan antara warga yang berakibat pada pembakaran kantor DAP Mbaham Mata oleh warga yang tergabung dalam barisan Merah Putih.

Dandim 1803 Fakfak Letkol Inf Yatiman, A.Md mensinyalir aksi protes isu rasisme yang digadang massa aksi di depan kantor DAP Mbaham Mata sudah mengarah pada tindakan makar. Hal itu ditandai dengan aksi pengibaran bendera bintang kejora di halaman kantor DAP Mbaham Mata Fakfak oleh ratusan warga.

''Ini (aksi protes rasisme. red) motifnya sudah lain, ini sudah minta merdeka dan lain-lain,'' kata Dandim 1803 Fakfak kepada awak media di lokasi bentrokan di kawasan reklamasi pantai jalan Dr Salasa Namudat.

Dandim mengutarakan, pihaknya berupaya untuk melindungi kedua kubu yakni massa aksi yang mengibarkan bendera bintang kejora maupun massa yang melakukan aksi spontan menuntut bendera bintang kejora diturunkan.

''Kita disini tidak bisa lepas dari dua kelompok ini, ada kelompok bintang kejora dan ada kelompok merah putih yang tak kuasa kita bendung. kita hanya bisa mengimbau mereka untuk standby di rumah masing-masing,'' terang Dandim.

Dandim menyatakan, pasca bentrok warga Sekitar pukul 16.00 Wit tadi, warga sudah berangsur membubarkan diri dan kondisi keamanan mulai kondusif.

Dandim menambahkan, untuk mengantisipasi serangan balasan antara kedua kubu, Pihaknya bersama aparat Kepolisian tetap akan menyiagakan personilnya di titik-titik rawan bentrok warga.

Pihaknya juga bakal mendapat Bantuan Kendali Operasi (BKO) dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dan satu BKO SSK TNI dari Sorong untuk melakukan pengamanan pasca rusuh di Negeri Satu Tungku Tiga Batu ini.

''Saat ini ada bantuan dari dua SSK brimob dari Sorong dan satu SSK TNI dari Sorong untuk berjaga-jaga di Jalan. Kebanyak masa aksi berasal dari daerah-daerah dipinggiran luar Kota sehingga petugas berjaga di Pos-pos penjagaan,'' imbuh Dandim.

Meskipun kondisi keamanan mulai aman dan terkendali, namun hingga berita ini ditayangkan, aktifitas ekonomi dan transportasi belum belum kembali normal.

Berita Terkait