Tatap Muka Masyarakat Suku Besar Arfak Lahirkan Rekomendasi dan Pernyataan Sikap

Oleh Jams Aisoki

02 September 2019 13:09 1919 VIew

''Suasana Tatap Muka Suku Besar Arfak''

Manokwari Arfaknews - Sikapi situasi terkini di Provinsi Papua Barat, masyarakat suku besar Arfak gelar Tatap Muka dengan sejumlah pimpinan adat suku besar Arfak di Manokwari Papua Barat.

Dalam acara Tatap Muka Suku Besar Arfak di gelar pada Minggu (1/9/2019) salah satu hotel di Manokwari. Dihadiri oleh Dominggus Mandacan selaku Kepala Suku Besar Arfak Turunan Lodwiek Mandacan, Drs. Nataniel Mandacan selaku Kepala suku Besar Arfak Turunan  Barendz Mandacan dan Keliopas Meidodga selaku Kepala Suku Besar Turunan Irogi Meidodga serta sejumlah tokoh Arfak dan Kepala-kepala suku Arfak di wilayah Hukum Adat suku besar rumuskan 8 butir Rekokendasi dan 9 butir pernyataan Sikap sebagai berikut.

Sebagai upaya mewujudkan Manokwari sebagai kota Damai dan Rumah Kita bersama,  Masyarakat Suku Besar Arfak menegaskan Perlu dilaksanakan segera Acara Tatap Muka dengan s
Suku Papua dan Nusantara dalam menjaga Manokwari sebagai rumah kita bersama.

 Kedua, Perlu dilaksanakan Kampanye damai dalam menjaga dan melestarikan Manokwari rumah kita bersama dalam bentuk iklan di kota Manokwari tetapi juga aksi pembersihan di Kota Manokwari yang diikuti oleh Suku Besar Arfak yang tersebar di 5 kota Arfak.

Ketiga, perlu membentuk pasukan Kaki seribu sebagai pengawal wilayah Hukum adat di Manokwari.

Keempat, Perlu menata kelembagaan adat, internal suku besar arfak, juga kelembagaan Asat bersama kerukunan Keluarga Arfak, Doreri, Wamesa termasuk Dewan Adat Papua.

Kelima, Perlu dibentuk forum Bupati Manokwari Raya. Keenam, mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Jawa Timur agar membangun kembali Kantor MRP dan Kantor DRP Provinsi Papua Barat akibat kerusahan tanggal 19 agustus 2019

Ketujuh, Mengusulkan kepada Pemerintah Pusat, presiden Joko Widodo agar membangun kembali kantor MRP dan DPRP Papua Barat. Kedelapan Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten Kota perlu menyediakan Anggaran  dana APBD masing untuk membiayai pembinaan  masyarakat lintas suku di Kabupaten kota se-Provinsi Papua  Barat.

Selain Rekomendasi, hasil Pertemuan tatap Muka inipun turut lahirkan 9 butir pernyataan sebagai bentuk sikap tegas Masyarakat Suku Besar Arfak dalam menyikapi situasi dan Kondisi terkeni di Indonesia dan di Papua Barat pasca ujaran Rasis di Jawa Timur dan kericuhan di Papua Barat.

Pertama, Masyarakat Suku Besar Arfak mengutuk dan menolak dengan tegas segela bentuk diskriminasi dan rasisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI, Karena semua Manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki harkat dan martabat yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

Kedua, kami mengutuk dan menolak dengan tegas segela bentuk kekerasan, penjarahan, pembakaran dan segala bentuk kejahatan lainnya yang melanggar HAM, menghambat proses pelayanan Publik serta mengancam eksistensi Kedaulatan NKRI di Papua Barat.

Ketiga, mendukung sepenuhnya proses hukum terhadap para pelaku diskriminasi rasisme di Surabaya, dan Malang Jawa Timur maupun di daerah lain yang mendiakriminasikan orang Papua dalam NKRI.

Keempat, mendukung sepenuhnya proses hukum, mendesak pemerintah, aparat penegak hukum menangkap pelaku kerusuhan yang mengakibatkan terbakarnya, fasilitas publik, pernjarahan dan terbakarnya simbol negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kelima, Mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat yang mendiami wilayah hukum adat Suku Besar Arfak agar secara bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, ketertibaan serta kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara khususnya di Kabupaten Manokwari, kabupaten Pegaf, Kabupaten Mansel, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat.

Keenam, Kami mengimbau kepada seluruh komponen yang mendiami wilayah hukum adat suku besar arfak, agar bersama berkomitmen menjaga Persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bineka Tunggal Ika antar semua suku, Ras dan golongan di wikayah Hukum Adat arfak Papua Barat.

Ketuju, Kami mengimbau kepada semua masyarakat baik masyarakat Papua maupun non Papua, yang mendiami wilayah Suku Besar Arfak agar  menghormati kami suku besar Arfak sebagai tuan rumah serta tunduk dan taat pada semua norma adat yang berlaku dalam wilayah hukum adat suku besar Arfak dengan tidak bertindak anarkis dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar Hukum dan HAM, sebab kami suku arfak yang mendiami wilayah Hukum adat lainnya tidak pernah lakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan HAM seperti kerusakan, pembakaran dan penjarahan yang menghambat proses pembangunan dan pelayanan Publik di Daerah tersebut.

Kedelapan, menegaskan segala bentuk kejahatan  seperti keruskaan, pembakaran dan Penjarahan terhadap fasilitas publik yang terjadi pada 19 Agustus 2019 di Manokwari adalah kejadiaan yang terakhir, sebab kejadiaan ini telah merusak citra Manokwari sebagai kota Injil dan kota peradaban di Tanah Papua.

Sembilan, Mengaskan jika dikemudiaan hari hal ini terulang lagi seperti kejahatan pembakaran, perusakan terhadap fasilitas publik, maka kami akan melakukan pengusiran kepada oknum yang lakukan hal tersebut. Tegasnya


Berita Terkait