Ketua Umum DPP KNPI Desak Kapolri Usut Tuntas Pelaku Ujaran Rasisme di Surabaya

Oleh Jams Aisoki

02 September 2019 15:07 588 VIew

''Ketua Umum DPP KNPI Harris Pertama''

Manokwari, Arfaknews - Kepala Kepolisian Republik Indonesia,  didesak segara memproses pelaku ujaran Rasisme kepada Mahasiswa Papua di Surabaya, pada 15 agustus 2019, pasalnya hal itu telah melanggar UU nomor 40 Tahun 2008.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Indonesia ( DPP KNPI), Harris Pertama menegaskan pihaknya bakal menyurati Kapolri agar menindak tegas pelaku ujaran rasisme kepada Mahasiswa Papua.

Kami mengutuk  pelaku rasisme di Indonesia. Kami minta Kapolri dan Panglima TNI menindak tegas para pelaku rasis di Indonesia. Dalam sebuah video ada anggota TNI yang melalukan tindakan rasis. Jadi kita minta semua pelaku-pelaku rasis segera ditangkap dan dihukum.

Tindalan rasis ini merugikan banyak pihak, karena itu kami berikan waktu satu minggu, jika pelaku belum ditahan, maka akan desak Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk mencopot jabatan Kapolda Jawa Timur" . Ucap Harris dalam Konferensi Pers di salah satu Hotel di Manokwari, Sabtu (24/8).

Dijelaskan "Indonesia ini sudah bercampur baur, maka perilaku-perlikau rasis, kami tegaskan pihak keamanan bahkan TNI untuk selalu siaga jangan sampai ada tindakan rasisme lagi.

Hal ini merupakan pelajaran bagi Pemerintah, bukan saja di Papua tapi di Daerah lain lagi, bahwa Pelaku Rasisme ini harus ditangkap bahkan dihukum seberat-beratnya, karena Nusantra ini, dari kulit hitam sampai kulit putih, dari agama hindu, budah, islam, dan Kristen juga ada.

Senada, Ketua Dewan Pimpinan Daerah KNPI Jawa Timur, Gandung R. Nurul Huda mengutuk pelaku Rasisme di Jawa Timur dan memohon maaf kepada Masyarakat Papua.

"Kami berharap peristiwa kemarin menjadi bahan evalusi bersama, kami inginkan rajutan harmoni ini sudah terbangun dengan baik disana, tapi ternyata dengan kejadiaan tanggal 15 Agustus kemarin sangat rawan dan rentang dengan Konflik.

"Wakili Pemuda Jawa Timur, kami mohon maaf kepada seluruh Masyarakat Papua, kejadiaan kamarin bukan murni dari Masyarakat Jawa Timur tapi dari oknum".

Kami mengutuk pekaku Rasisme dan Intoleransi di Jawa Timur dan Kami rekomendasikan kepada Pemerintah Jawa Timur untuk membangun Komunikasi dengan Mahasiswa, Ormas dan  OKP agar membangun hubungan Silahturami dengan mahasiswa Papua kembali lagi. harapnya


Berita Terkait