Pelaku Pengrusakan Dan Pembakaran Rusuh Manokwari Bakal Diseret Ke Pengadilan

Oleh Charles Maniani

03 October 2019 07:01 273 VIew

''Dirkrimum Polda Papua Barat Kombes Pol. Robert Dacosta, ketika ditemui awak media''

Manokwari arfaknews – Sejumlah pelaku pengrusakan dan pembakaran fasilitas pemerintah dan milik warga, aparat kepolsian bakal menyeret para pelaku ini ke tingkat sidang di pengadilan negeri Manokwari.  

Hal ini dilontarkan Dirkrimum Polda Papua Barat Kombes Pol. Robert Dacosta, mengungkapkan para tersangka pengrusakan dan Pembakaran salah satu tempat usaha milik warga di Manokwari sudah diproses hingga ke tahap P.21

Selain itu, sejumlah kasus pengrusakan dan pembakaran fasilitas milik pemerintah dan warga, telah ditangani penyidik Polda Papua Barat, sementara masih dalam proses penyidikan

Diungkapakan pula, sejumlah tersangka pengerusakan di Manokwari 19 Agsutsus 2019 lalu, di tangani Polda Papua Barat menunggu pemberkasannya rampung untuk nantinya di serahkan ke kejaksaan dank e pengadilan untuk di sidangkan.

Dikatakan, ada berkas para tersangka sudah tahap 1 dan ada pula dalam tahap P.19 dan P.21 yakni salah satu pelaku pembakaran dan pengruskan usaha roti Abon gulung, ungkapnya Sabtu,(28/09)

Ditanyakan soal kerugian material dialami warga, namun data yang diperoleh Polda Papua Barat berasala dari Data internal Polda sendiri, sedangkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Mankwari dan dinas PU, penmyidik Polda papua barat belum mendapatkan data rincdian kerugian di timbulkan.

Ada sekitar 28 data dari dinas sosial kabupaten Manokwari sudah masuk, namun beberapa data lainnya dari kabupaten belum diterima di Polda.

Terpisah, SM terduga menyebarkan informasi HOX tentang isu rasisme diakun media sosial bersangkutan, kini telahj dijerat UU ITE 'Informasi dan Transaksi Elektronik, Sedangkan tersangka lainnya yakni tersangka EA dan YA, masuk dalam kategori pelaku tergolong Pengasutan

SM diduga telah memposting berita tidak benar tentang rasisme diakun media sosial. Sedangkan tiga diduga pelaku penghasutan  di Amban mengakibatkan1 anggota brimob korban, telah menunggu berkasnya rampung.

Sangat disayangkan, MRPB Papua Barat yang dijadikan saksi oleh penyidik Polda, ketia mendapatkan surat untuk memberikan saksi di Polda Paua barat,  masih mengindahkan surat panggilan tersebut.

Selain itu, untuk data Rekaman CCTV pembakaran Gedung DPRD Papua Barat di kabarkan terhapus oleh OTK, untuk itu penyidik Polda akan mengumpulkan sejumlah saksi untuk di mintai keterangannya.

Sementara data Recorder CCTV ternyata datanya kosong diforensik. sehingga penyidik bakal mau mendalami data itu dulu yang terkait dengan saksi-saksinya, apakah operatornya itu menyalakan atau tidak. Untuk operatornya kita belum dilakukan pemeriksaan kita akan cari siapa yang telah menghilangkan barang bukti tersebut. ungkapnya.

Berita Terkait