Pertumbuhan Kredit Bank Di Papua Barat Meningkat Sebesar 16,16 Persen

Oleh Jams Aisoki

12 October 2019 07:01 382 VIew

''Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak''

Manokwari arafaknews - Berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat, per tanggal 31 Juni 2019 menunjukan adanya pertumbuhan kredit Bank Umum di Papua Barat sebesar 15,09% dengan penyaluran kredit sebesar Rp12,335 T.

Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak menerangkan, Pertumbuhan kredit Bank Umum di Papua Barat lebih baik dari pertumbuhan kredit secara Nasional yang hanya mencapai 9,92%

Dimana, pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan membaiknya

Rasio Non Performing Loan (NPL) Net di Papua Barat yang turun sebesar 24,92% pada tahun Juni 2019 menjadi 3,2%. Hal ini menunjukan perkembangan industri keuangan di Papua Barat

menunjukkan kredit bermasalah relatif dapat diselesaikan oleh perbankan di Papua Barat.

Aset Bank Umum di Provinsi Papua yoy pada Juni 2019 mengalami peningkatan menjadi  21,820 T atau meningkat sebesar 16,66%.

Pertumbuhan Aset Bank Umum di Papua Barat juga lebih baik dari pertumbuhan Bank Umum secara Nasional yang hanya tumbuh sebesar 7,74%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) di Papua Barat (yoy) mengalami peningkatan menjadi 15,85 Triliun atau tumbuh sebesar 16,35% dan lebih baik dari pertumbuhan DPK secara Nasional, tumbuh sebesar 7,42%". Ujar Simanjuntak dalam Realisnya, Kamis (10/10).

Dikatakan pula Pertumbuhan Kredit BPR di Papua Barat Juni 2019 mencapai 5,65% dengan penyaluran sebesar 619 M, namun Rasio Net Performing Loan (NPL) BPR menunjukkan tren negatif, untuk provinsi papua Barat naik signifikan menjadi 35,33% pada Juni 2019. tingginya NPL di Papua Barat terutama dipengaruhi oleh menurunnya kualitaskredit salah satu BPR.

Pertumbuhan Aset BPR di Provinsi Papua Barat juga mengalami penurunan sebesar 1,8% menjadi Rp698 M. Namun, Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR di Provinsi Papua Barat mengalami peningkatan sebesar 15,83% menjadi Rp517 M.

Realisasi piutang pembiayaan di Provinsi Papua Barat tercatat mencapai Rp1,02 Triliun per Juni 2019 atau meningkat sebesar 12% bila dibandingkan Juni 2018 dengan NPF relatif kecil sebesar 3,12%. Piutang Pembiayaan di Papua Barat paling banyak disalurkan di Kota Sorong, kemudian di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari.

Perusahaan Asuransi di Provinsi Papua Barat per Juni 2019 telah menerima Premi sebesar Rp 151,6 Miliar Untuk Asuransi Jiwa dan 33,05 Miliar untuk Asuransi Umum menerima premi sebesar Rp180,2 Miliar. Selanjutnya, dalam rangka mengalihkan resiko kecelakan bagi para Nelayan selama melaut telah diberikan perlindungan Asuransi kepada 1540 Nelayan.

Kinerja Pasar Modal di Papua Barat juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif sepanjang Semester I 2019 dengan peningkatan jumlah investor sebesar 22,47% atau terdapat 445 investor baru. Sedangkan, kepemilikan saham masyarakat di Papua Barat juga tumbuh sebesar 7,48% dengan total kepemilikan saham sebesar Rp97,31Miliar. Adapun Jumlah Investor dan Kepemilikan Saham terbanyak di Papua Barat terdapat di Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong.

Berita Terkait