Investasi Bakal Dihasilkan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong 32,5 Triliun

Oleh Charles Maniani

13 October 2019 07:01 791 VIew

''Tugu Selamat datang di Kota Sorong''

Manokwari Arfaknews.com- Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) sorong telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 31 tahun 2019 dan Telah ditetapkan dalam target nasional, yaitu meningkatnya rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah menjadi 7 persen.

Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Darmin Nasution, meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus  Sorong Papua Barat dengan kisaran luas area kawasan 523,7 Hektar

Hal ini Guna meningkatkan perekonomian daerah didukung pemanfaatan sumberdaya lokal lintas sector, diman Penetapan KEK sejalan dengan prioritas sarana dan tujuan pembangunan provinsi Papua barat, tertuang dalam RPJMD periode tahun 2017-2012, kata Gubernur Papua barat, Dominggus Mandacan, melalui sambutannya,(11/10)

Diperkirakan investasi dihasilkan kawasan KEK Sorong  sebesar Rp. 32,5 Triliun dan akan menyerap lebih banyak tenaga kerja sebanyak 15,024 orang, dengan harapan hadirnya KEK dapat meningkatkan percepatan pembangunan di Papua Barat, serta mengurangi kesenjangan di wilayah ini.

Menurut Dominggus, hal itu dapat menekan angka penduduk miskin menjadi 20,93 persen serta meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 64,95 persen di Papua Barat

Saat ini sudah mempunyai 6 pelaku usaha Eksisting di kawasan KEK Sorong yaitu PT. Mege Pura Industri, PT. Semen Bosowa, PT. Hendrison Inti persada,  PT. Bumi sarana Utama, PT. Semen Gresik serta PT. Inti kebun makmur bergerak di industri pengolahan sawit, industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan serta pakingplan semen.

Fokus pada kegiatan utama KEK  untuk industri pengolahan nikel, industri pengolahan kelapa sawit, industri hasil hutan dan perkebunan serta pusat logistik

Dalam waktu dekat akan segera beroperasi lagi sejumlah 2 pelaku usaha. Dimana salah satunya menjadi tenant utama KEK Sorong yaitu PT. Antam Nikel bergerak di industri nikel, kata Dominggus

Diungkapkan, sejak tahun 2016 proses pengembangan pembangunan KEK Sorong  Telah menelan biaya sebesar kurang lebih Rp. 497 milyar, dari perencanaan awal Rp. 2.3 Trilyun  bersumber dari dana APBN, APBD Provinsi, APBD Pemda kabupaten Sorongserta kantor swasta.

Penyiapan infrastruktur di lokasi KEK belum terlaksana dan belum Sepenuhnya sempurna, masih banyak memiliki kekurangan disana sini diharapkan dalam 2 tahun ke depan, peran pemerintah dalam upaya menyiapkan infrastruktur kawasan KEK, terutama untuk infrastruktur tidak dapat ditangani pengelola KEK Sorong dan para pelaku usaha karena keterbatasan.

Sekalipun telah KEK Sorong diresmikan, tetap menjadi perhatian pemerintah pusat agar proses penyempurnaan baik infrastruktur baik Kawasan KEK Sorong maupun mendorong masuknya Investasi dapat berjalan maksimal.

Gubernur pun mengajak semua elemen baik pemerintah,Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk berusaha bekerja keras sesuai tugas dan fungsi kita masing-masing demi membebaskan dan menyelamatkan masa depan generasi penerus agar terhindar dari serangan penyakit HIV/AIDS, Narkotika dan Obat-obat terlarang termasuk lem Aibon/lem fox dan lainya.

Berita Terkait