DPC Hanura Raja Ampat Incar Golkar Berkoalisi

Oleh Jams Aisoki

13 October 2019 07:01 1068 VIew

''Ketua DPC Partai Hanura Raja Ampat, Charles Imbir ''

Manokwari arfaknews – Pada priode 2014-2019 Kualisi Hanura di Raja Ampat alami Pasang surut hingga digugat Peradilan, Hal itu menjadikan pengalaman berharga bagi DPC Hanura Raja Ampat sebelum memutuskan sikap Politiknya.

Ketua DPC Partai Hanura Raja Ampat, Charles Imbir menerangkan saat ini pihaknya sedang membangun komunikasi guna membangun kualisi Partai, dimana Hanura punya pengalaman di periode kemarin, pembentukan fraksi lalu dibubarkan ditengah jalan, maka itu tidak mau bermain kepentingan jangka pendek, dan tidak mau menyamakan kualisi fraksi, serta kualisi Pilkada". Ucap Imbir, Jumat (11/10).

Dijelaskan pengalaman Hanura periode lalu, berkualisi tapi bubar di tengah jalan, disebakan pihaknya berdinamika dengan Partai PAN, Gerindra dan terakhir PDI-P.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Raja Ampat menambahkan, perolehan dua kursi legislatif di Raja Ampat telah memberikan peluang menduduki Kursi Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Raja Ampat.

Sebagai Partai pemenang ke tiga, jadi kita tidak punya fraksi utuh. berdasarkan aturan, bakal menduduki wakil ketua II di DPRD. Hal ini lebih strategis lagi, maka harus memilih partai se-idelogi, kalau tidak minimal se-ide, sehingga kualisi paling tepat adalah Hanura dan Golkar, sebab Golkar Fraksi utuh dengan posisi strategis di DPRD sebagai wakil ketua I, dengan demikian jika Hanura berkuali dengan Partai Golkar, hal ini berarti secara politik kita kuat sebab kita unsur pimpinan di DPRD.

Selain kuat secara Politik, Golkar dan Hanura miliki komitmen pembangunan seirama, sebab secara nasional Golkar dan Hanura saling terima, sedangkan di Daerah Raja Ampat, Golkar dan Hanura se-ide dalam memperjuangkan hak masyarakat adat Raja Ampat dan penduduk Raja Ampat secara keseluruhan, sehingga Hanuara dan Golkar cukup sinergia dalam membentuk fraksi, ini yang paling ideal.

Hanura dan Golkar bakal berkualisi, maka kita sudah punya gambaran untuk 5 tahun kedepan. Golkar sebagai partai Pengusung akan nyaman dengan Hanura, diplomasi juga akan lebih mudah. Misalnya Golkar Nomor 1, Hanura Nomor 2 atau sebaliknya, atau poin-poin yang disepakati mungkin lebih nyaman.

Sejauh ini, Hanura punya komunikasi dengan Golkar di Raja Ampat cukup berjalan intens dan kita akan lihat itu setelah pelantikan di Akhir Oktober 2019 ini.

Berita Terkait