Dinilai Keliru, Daud Indouw Bantah Sikap Bupati Manokwari

Oleh Jams Aisoki

03 November 2019 07:01 1499 VIew

''Tokoh Masyarakat arfak, Daud Indou''

Manokwari arfaknews - Dinilai keliru dalam membuat pernyataan, Daud Indouw bantah pernyataan Bupati Manokwari dalam menuding dirinya sebagai pemicu terhambatnya perpanjangan  Runway Bandar Udara Rendani Manokwari.

Salah satu Tokoh Masyarakat Arfak, Daud Indouw,  menilai pernyataan dari pemerintah daerah Manokwari, dalam hal ini Bupati dianggap sangat keliru alias menyebarkan informasi bohong (Hoaks)". Ujarnya  saat dihubungi via seluler, Sabtu (2/11).

Bupati Demas menuduhnya sebagai dalang pembahambat proses pelunasan perpanjangan Runway Bandara Rendani Manokwari, dengan menaikan harga ganti rugi tanah melebihi harga Nilai jual Objek Pajak.

Daud pun membantah jika selama ini dirinya tidak pernah bertemu dengan Tim Pemda atau Bupati terkait harga tanah. " Kalau ada, bupati tinggal sebut kapan dan dimana permintaan harga Tanah". Ucapnya

Selama ini, Ia tidak pernah diundang Tim pemerintah Daerah maupun  Bupati membicarakan harga tanah atau minta harga seperti  dilontarkan Bupati disejumlah media".  Daud menyangkan sikap Bupati tidak melibatkannya dalam pertemuaan guna penyelesaian masalah, jika Bupati  beretikad baik seharusnya Bupati memanggilnya menyelesaikan masalah bukan mempubliasikannya melalui media.

Di awal pertemuannya dengan Bupati tahun 2017, ditekankan agar pemerintah daerah Manokwari harus memperhatikan Dampak sosial dan cost Sosial dari warga terkena dampak Pembangunan Bandara, bukannya menghambat atau meminta harga melebihi harga NJOP seperti penyampaian  Bupati.

Sebelumnya, Bupati Manokwari Demas Mandacan dalam pertemuaan bersama Gubernur Papua Barat dan sejumlah stekholder di Manokwari, IBupati menuding Daud Indouw  meminta harga ganti rugi melebihi harga  ditentukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Warga terkena dampak perpanjangan Runway tidak mempersoalkan, justru permintaan dari salah satu pemilik hak ulayat melebihi apa yang dihitung  KJPP, Kalau kita bayarkan jadi temuan, sebab pihak KPJP bersifat independen, pemda tidak mungkin mengintervensinya, namun pemerintah daerah berikan keleluasan menghitung dan nilainya sudah tertera untuk ditawarkan ke warga, namun tapi mereka tidak mau,justru minta lebih, untuk meminta Gubernur Papua Barat agar bisa menghubungi pe,ilimhak ulayat ini,  sebab perlusan dan perpanjangan runway bandara segera di bangun.

Berita Terkait