Masyarakat Jangan Mudah Tergiur Tawaran Hadiah Pinjaman Online Palsu

Oleh Pato Maniani

29 November 2019 07:01 240 VIew

''Ketua OJK Papua dan Papua Barat Adolf Simanjuntak [kiri]''

Manokwari arfaknews.Com – Marakanya bermunculan pinjaman uang melalui Online dengan tawaran hadiah maupun kemudahan dalam mengakses pinjaman uang, masyarakat di minta untuk waspada dan jangan mudah tergiur.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan(OJK) Papua dan Papua Barat Adolf Simanjuntak menegaskan, Masyarakat Papua dan Papua Barat jangan mudah tergodah dengan tawaran, waspada terhadap Pinjaman Online, sebab Satgas (satuan Tugas) OJK dan Keminfo telah menangani maslaha Pinjaman Onlien palsu dan telah menutup sebanayak 1.350 perusahaan Pinjaman online palsu.

Dalam rilisnya, berdasarkan data statistik diketahui per tanggal 30 September 2019, jumlah pinjaman online (fintech lending) disalurkan pada masyarakat di tanah Papua, meningkat tajam dari tahun sebelumnya. 

Pinjaman online di salurkan ke masyarakat di Papua sebesar Rp.62,90 Miliar dan Papua Barat sebesar Rp32,89 Miliar atau tumbuh sekitar 206,96 % untuk Provinsi Papua dan 310,22% untuk Provinsi Papua Barat. kata Simanjuntak Sabtu (23 /11) lalu. 

Hal itu berbeda bila dibandingkan data 31 Desember 2018 lalu. Jumlah Pinjaman disalurkan kepada 17.616 entitas di Provinsi Papua tumbuh 263,67% dan 9.236 entitas di Papua Barat tumbuh 335,45%. Terhitung Jumlah pemberi pinjaman di Papua sebanyak 1.181 entitas tumbuh 43,50% secara terdata dan sebanyak 546 entitas di Papua Barat tumbuh 85,08% secara terdata.

Masyrakat Papua dan Papua Barat jangan terggoda iming-iming hadiah atau imbalan uang dengan memberikan identitas diri (KTP,SIM, Passport) dan foto diri pada orang lain, sebab memberikan data pribadi pada orang yang salah dapat disalahgunakan untuk membuat akun palsu dan bertransaksi keuangan tanpa sepengetahuan bersangkutan Untuk mengetahui Fintech Lending terdaftar di OJK,” katanya.

Himbauan ke masyarakat agar lebih bijak untuk melakukan transaksi pinjaman secara online dengan memastikan fintech lending tersebut telah terdaftar di OJK.

 

Berita Terkait