Pansus DPD RI : Bakal Utarakan ke Negara Jika Rakyat Papua Ingin Merdeka

Oleh Pato Maniani

29 November 2019 07:01 329 VIew

''Anggota DPD RI wilayah Pemilihan Papua Barat''

Manokwari arfaknews - Sebagai langkah mencari solusi penyelesaikan berbagai kasus di tanah Papua belum terselesaikan secara tuntas, Pansus DPD RI untuk tanah Papua akan bertemu langsung serta bertatap muka dengan rakyat Papua.

Ketua Pansus DPD RI untuk tanah Papua, Filep Wamafma Mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya terdiri 15 orang ini akan berkunjung ke tanah papua guna menyelesaikan kasus papua secara tuntas.

Selain itu, Jika Rakyat Papua memminta merdeka maka pansus akan menyampaikan hal itu sesuai dengan suara rakyat kepada Negara.

Dipikirnya itu hak semua warga Negara untuk menyampaikan pikiran dan pendapat, terpenting adalah Pansus untuk Tanah Papua datang dengan niat baik.

Walapun masyarakat minta merdeka atau mengajukan pendapat lain tentang apapun,Pansus akan sampaikan sesuai dengan ungkapan dan pernyataan Rakyat Papua, namun tentu ada solusinya harus di lalui, kata filep pada wartawan. Jumat (22/11)  2019 lalu.

Pansus tetap akan berad diatas rel dan melaksankan tugas secara independen tanpa memihak, serta tidak memandang suku ras dan Agama serta kepentingan lain.

Pansus papua akan berusaha secara maksimal untuk memediasi KNPB dan ULMWP untuk duduk bersama dan berbicara untuk menyelesaikan persoalan di tanah Papua, ungkapnya.

Anggota DPD RI wilayah pemilihan Papua barat ini, mengatakan negara telah mempercayakan pihaknya untuk menyelesaikan kasus di tanah papua sehingga pansus akan menghadirkan KNPB dan ULMWP untuk berbicara, sehingga  terkait DPo bagi KNPB dan ULMWP maka negara harus mengkesampingkan dulu.

Pihaknya bakal memanggil Beni Wenda dan KNPB  untuk duduk bersama menye;lesaikan pesroalan di tanah papua ini.

Sebagai putra asli papua, sangat tau dengan situasi masalah persoalan papua dan sementara berjuang demi kepentingan Rakyat.

Di inginkan agar anak-anak papua ada duduk di kursi parlemen berbicara sesuai dengan koridor, masalah politik internasional itu adalah bagian sedang di perjuangkan, tapi kami berbicara dalam konsep bagaimana rakyat papua tidak menjadi korban, tegasnya

 

Berita Terkait