BPS Papua Barat : Manokwari Alami Inflasi Harga dan Kota Sorong Alami Deflasi

Oleh Redaksi

04 December 2019 15:03 1357 VIew

''Kepala Badan Pusat Statistik Papua Batat, Endang Retno Sri Subiandani ''

Manokwari arfaknews -  Berdasrkan data Statistik Papua Barat, per November 2019 perkembangan harga komoditas di bulan November 2019 secara umum menunjukan penurunan di Kota Sorong. Sedangkan untuk Manokwari mengalami inflasi sebesar 0,30 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 137,37.

Kepala Badan Pusat Statistik Papua Batat, Endang Retno Sri Subiandani, selasa (3/12), menjelaskan, Kota Sorong pada bulan November 2019 terjadi inflasi sebesar -0,86 persen atau terjadi penurunan IHK dari 136,53 di bulan Oktober 2019 menjadi 135,35, dan tingkat inflasi tahun ke tahun di November 2019 terhadap november 201, sebesar 0,19 persen.

Inflasi di kota sorong terjadi karena adanya kenaikan harga ditunjukan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,16 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga ditunjukan penurunan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,01 persen.

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen, sedangkan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan -0,43 persen, kepompok kesehatan -0,62 persen, kelompok sandang 0, 70 persen dan kelompok bahan makanan -2,23 persen.

Inflasi terjadi di kota sorong dipengaruhi indeks signifikan pada beberapa sub kelompok, yaitu sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 1,05 persen, sub kelompok lemak dan minyak 0,71 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,39 persen, sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,39 persen serta sub kelompok buah-buahan 0,34 persen.

Sedangkan beberapa sub kelompok mengalami deflasi yaitu sub kelompok ikan segar -8,85 persen, sub kelompok ikan diawetkan -4,56 persen, sub kelompok bumbu-bumbuan -2,97 persen, sub kelompok kacang-kacangan -2,00 persen serta sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 1, 32 persen.

Beberapa komoditas mengalami penurunan antara lain, cabai merah,kembung, gembung, banyar, gembolo, aso-aso, ekor kuning asap, ekor kuning, ikan mumar.

Sedangkan beberapa komuditas yang mengalami kenaikan harga antara lain, bawang merah, jeruk nipis,limau, lada, merica, selai, jam, serta sandal kulit.

Sementara, laju inflasi di Manokwari alami kenaikan per november 2019 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 137,37.

Inflasin di Manokwari terjadi karena adanya kenaikan harga ditunjukan kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran yakni, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,07 persen; kelompok kesehatan 0,91 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,46 persen; kelompok sandang 0,28 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan 0,05 persen, ungkapnya.


Berita Terkait