MRP Pertanyakan Posisi 11 Anggota Fraksi Otsus DPR PB

Oleh James Aisoki

14 December 2019 05:08 517 VIew

''Ketua MRP Papua Barat, Maksi Nelson Ahoren''

Manokwari, Arfaknews.com, Ketua MRP Papua Barat sekaligus panitia penjaringan Jalur Penjaringan, Maksi Ahoren, mempertanyakan posisi 11 anggota Fraksi Otsus di DPR PB. Menurut Maksi, sesuai Perdasus Nomor 4 Tahun 2019, seluruh anggota yang kini duduk di DPR PB harus mundur jika ingin kembali mendaftar untuk periode selanjutnya.

“Kami pertanyakan 11 Orang Anggota DPRPB Fraksi Otsus. Apakah mereka telah mengundurkan diri saat mendaftar ke Panitia Penjaringan atau masih menerima gaji dan tunjangan sebagai anggota dewan,” tanya Maksi saat ditemui sejumlah media belum lama ini. 

Panitia, menurut Maksi sudah mengingatkan yang duduk di Fraksi Otsus DPR PB untuk mundur jika ingin kembali mendaftarkan diri. Karena dikhawatikan akan ada gugatan di kemudian hari terhadap mereka jika benar masih menjabat saat memasukkan berkas. “Ini untuk menghindari temuan palanggaran hukum," jelasnya

Di dalam Perdasus Nomor 4 Tahun 2019, pasal 3 ayat 3 disebutkan saat Anggota DPRPB jalur Partai Politik dilantik, maka jabatan DPR PB Jalur Otsus juga berakhir. Kecuali di Bab X ada tambahan tentang peralihan. Pada Bab XI, jelas Maksi, dengan disahkannya Perdasus Nomor 4 tahun 2019 maka perdasus nomor 16 dinyatakan gugur.  “Kami minta agar Ketua DPR PB dan Sekretaris Dewan untuk memperhatikan bagian ini. Sebab jika tidak, maka mereka yang bertanggung jawab jika ada gugatan. Mau calonkan diri, wajib undurkan diri. Bukan saya yang bilang, itu perintah perdasus,” tegas Maksi.


Berita Terkait