Kejar KKB, TNI akan Komunikasi dengan Pemerintah PNG

Oleh Redaksi

31 December 2019 09:09 1273 VIew

''Jenazah Alm. Serda Miftachur Rohmat saat dievakuasi menuju Jayapura''

Manokwari, Arfaknews.com- Danrem  172/PWY, Kolonel Inf J Binsar P Sianipar menegaskan akan mengejar KKB yang menghadang dan menyebabkan seorang anggota TNI meninggal. TNI akan jalin komunikasi dengan Pemerintah PNG terkait upaya pengejaran ini.

Binsar menduga, usai kontak senjata dengan personel TNI, para pelaku yang diduga dari kelompok JP tersebut langsung melarikan diri ke wilayah Papua Nugini.  "Kami tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah Papua Nugini untuk mengejar pelaku. Termasuk melokalisir kelompok bersenjata yang masuk ke Indonesia lewat jalur perbatasan,” ujarnya.

Binsar juga menyatakan akan mengevaluasi proses pengiriman logistik ke personel yang bertugas di daerah perbatasan. Terutama di daerah rawan.

Sebelumnya, Kamis (30/12), seorang anggota TNI, Serda Miftachur Rohmat meninggal dunia setelah terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata. Satu personel lainnya mengalami luka tembak. Peristiwa ini bermula saat sejumlah personel Pos Bewan Baru dari Yonif 731/ST berangkat mengambil logistik di Pos Kali Asin. Namun di tengah jalan, mereka dicegat sekelompok orang saat tiba di Jembatan Kayu.

Serda Miftachur Rohmat yang tertembak di bagian bahu kiri dinyatakan meninggal. Sementara Prada Juwandhy Ramadhan mengalami luka tembak di bagian pelipis kanan


Berita Terkait