MRP Masih akan Bahas Pemberhentian Maksi Ahoren Sebagai Pansel Fraksi Otsus

Oleh James Aisoki

16 January 2020 10:09 675 VIew

''Wakil Ketua I MRP Papua Barat, Cyrilus Adopak''

MANOKWARI, Arfaknews.com- Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, belum mengambil sikap terkait keputusan gubernur yang memberhentikan Maksi Ahoren. MRP baru akan membicakan hal ini dalam rapat dengan pihak-pihak terkait.

“Kami belum bisa pastikan apakah menerima atau mempertahankan hasil pleno MRP yang menunjuk Maksi Ahoren. Kami masih akan mencari solusi dengan menggelar rapat bersama semua pihak. Termasuk dari eksekutif,” ujar Wakil Ketua I MRP Papua Barat, Cyrilus Adopak, Rabu (15/1).

Adopak menjelaskan, penunjukkan Maksi Ahoren yang juga Ketua MRP harusnya sudah tidak dipersoalkan lagi. Sebab itu adalah keputusan bersama. Menurut Adopak, sebelum menunjuk Ahoren, MRP lebih dulu sudah meminta tokoh adat.

“Waktu itu kami mengusung Obeth Ayok. Tapi dia mengundurkan diri karena dikritik dari komunitass lain yang ada di Papua Barat. Kami usulkan tokoh adat dari Wilayah Sorong Raya. Tapi masyarakat Wilayah Domberay mengkritik. Atas pertimbangan tersebut MRP menunjuk Maksi Nelson Ahoren agar dapat mentralisir semua klaim yang ada," ungkap Adopak.

“Makanya, kami berpikir apa yang dilakukan sudah sesuai mekanisme. Karena berdasarkan pertimbangan MRP yang diputuskan dalam rapat pleno,” tambah dia.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memberhentikan Maksi Ahoren sebagai anggota Panitia Seleksi DPR PB Fraksi Otsus. Keputusan ini diambil terkait munculnya polemik penunjukkan Maksi Ahoren sebagai panitia seleksi. Sebab disaat bersamaan dia menjabat sebagai Ketua MRP. Berbagai kalangan menilai, penunjukkan ini dikhawatirkan bisa menyebabkan timbulnya konflik kepentingan.


Berita Terkait