Angka Kematian Bayi dan Anak Tinggi Diduga Keburukan Sanitasi Air Bersih

Oleh James Aisoki

03 February 2020 07:05 477 VIew

''Kegiatan Media Gathering dilakukan dinas kesehatan bersama Media Massa''

Manokwari arfaknews – Tingginya angka kematian bayi dan anak  tahun 2019 di Manokwari, diduga dipicu akibat buruknya sanitasi lingkungan air bersih.

Berdasarkan data BPS tahun 2019, buruknya akses sanitasi berdampak pada angka kematian bayi dan balita, dimana angka kematian bayi sebesar 33 orang per 1.000 kelahiran hidup di Kabupaten Manokwari".ungkapnya

Selain itu, dampak dari sanitasi yang buruk ini juga berdampak meningginya angka stunting, dimana angka stunting di Manokwari masuk kategori kronis sebab berada pada kisaran 36,8 persen. Jelasnya

Hal itu dilontarkan asisten II setda Kabupaten Manokwari, Harjanto Ombesapu ketika membuka Media Gathering bersama Media Massa, Kamis (30/1/2020), Dinas kesehatan Kabupaten Manokwari dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) di tambahkan berdasarkan data kementerian kesehatan 2019, sekitar 10,68 persen masyarakat di Manokwari masih mempraktekan Buang Air Besar (BAB) secara sembarangan, sementara 81,33 persen lakukan BAB di tempat layak, 19 persen menggunakan WC bersama tetangga, WC umum bahkan tidak WC sama sekali.

Sementara program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Manokwari telah mencapai 90 persen, namun tantanganya adalah baru 46 Kampung dari 160 Kampung yang telah dideklarasikan Stop BAB semambarangan.

Dinas kesehatan mengajak semua pihak, bahu membahu untuk membantu mencapai target kesehatan lingkungan (Sanitasi ) di. Manokwari.

Media masa pun dituntut untuk menyediakan konten berita edukatif mencerahkan audiens agar memberikan pemahaman pada masyarakat tentang sanitasi yang baik dan perkembangan masyarakat ke arah lebih baik.


Berita Terkait