Bahayakan Lingkungan, PT. Medco Diminta Kelola Limbah Sawit Bermetode Land Aplikasi

Oleh James Aisoki

03 February 2020 08:05 653 VIew

''Kelapa sawit dihasilkan dari perkebunan PT Medco''

Manokwari arfaknews – Agar limbah dari pengolahan kelapa sawit tidak mencemari lingkunagn dan aliranb sunagi, PT. Medco diminta agar menerapkan metode Land Aplikasi kelolah Limba Pabrik Sawit

Pengelolaan dan pemanfaatan Limbah cair dari pabrik kelapa sawit dengan melakukan instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan buangannya, lingkungan dan aliran air sungai tidak tercemar dan lingkungan sekitaranya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari Dr. Yonadab Sraun,  hasil pertemuan dilapangan dengan pengawasan dari PT. Medco Papua Hijau Selaras,  pengelolaan dan pemanfaatan Limbah cair pabrik kelapa sawit berdasarkan dokumen dari lingkungan hidup agar melakukan pengelolaan instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan buangannya dilakukan pada aliran air sungai yang ada, disarankan agar perusahaan melakukan kajian pengelolaan dan pemanfaatan  limbah cair pabrik kelapa sawit dengan “Land Aplikasi”, tanpa hal ini  tidak dianjurkan lagi  tanpa “Land Aplikasi” karena  merusak ekosistem sungai dan tanah sehingga menurunkankan kualitas lingkungan hidup berdampak pada kehidupan warga sekitar.

Berdasarkan Kepmen Lingkungan Hidup Nomor 28 tahun 2003 tentang Pedoman Teknis dan Pengkajian Pemanfaatan Air Limbah dari Industri Minyak Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Kepmen Lingkungan Hidup No. 29 tahun 2003 tentang Pedoman Syarat dan Tata Cara Perijinan Pemanfaatan Air Limbah Industri Minyak Sawit pada Tanah di perkebunan Kelapa Sawit, bahwa Pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai pupuk cair melalui “Land Aplikasi” dapat dilakukan dengan mengalirkan limbah gawangan antar pohon sawit, salah satu metodenya perlu dilakukan berupa, aplikasi dengan flatbed, limbah cair dipompakan ke flatbed sebagai bak penampungan.

kepala Seksi  Pengawasan, Penegakkan Hukum dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup,  Benyamin M. Sawor melalui staf, Kepala bidang Pengendalian pencemaran, kerusakan Lingkungan Hidup dan keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari, Yohanes Ada Lebang,  menjelaskan pengelolaan dan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit dengan metode “Land Aplikasi” akan memberikan keuntungan ganda yaitu, menurunkan penggunaan pupuk (menurunkan biaya pengolahan limbah) sekaligus meningkatkan produksi dan mengurangi bau ditimbulkan serta limbah cair tidak mencemari lingkungan karena tidak terbuang keperairan.

Selain itu hasil dilapangan menunjukkan upaya baik perusahaan dengan menanam bambu diareal perusahaan khususnya Lokasi dimana IPAL dan kolam Lindih (limbah cair domestik) serta adanya kolam anaerobic adalah bagian dari pengolahan limbah cair kelapa sawit dengan system facultative.

Kolam ini nantinya berfungsi untuk menguraikan zat-zat organik terkandung dalam limbah cair, Sistem penguraian menggunakan koloni bakteri (massa mikroba) terdapat dalam lumpur organic juga dapat mengurangi bau yang ada.

tahap kajian pihak perusahaan telah menggelola dan memanfaatkan limbah cair pada luasan lahan sekitar 75 Ha dan sedang ditanggani 2 (dua) konsultan untuk diselesaikan dalam waktu segera karena telah berjalan setahun.

Pihak perusahaan diharapkan lebih serius dan komitmen menyelesaikan kajian pengelolaan “Land Aplikasi” sesuai prosedur berlaku dan jika memungkinkan agar dilakukan revisi dokumen lingkungan hidup untuk menjamin kualitas lingkungan hidup dan menjamin keberlangsungan aktivitas perusahaan, karena tidak menutup kemungkinan akan dikeluarkan Sanksi administrasi ketiga maupun proses hukum” tegas Lebang.

Terkait adanya dugaan aktifitas pada bagian hulu dianggap telah menyebabkan kerusakan lingkungan, pihak perusahaan membantah tidak terdapat lokasi penanaman kelapa sawit khususnya daerah dimana sumber banjir dan longsor beberapa waktu lalu.


Berita Terkait