Terpidana UU ITE Pasca Rusuh Manokwari Bebas dari Jeratan Hukum

Oleh Pato Maniani

09 February 2020 08:02 255 VIew

''ilustrasi''

Manokwari arfaknews. Com – Terpidana pelanggaran Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE), Septis Meidodga ditahan sejak September 2019 lalu, usai jalani hukumannya di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Manokwari telah menghirup udara bebas, setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamis (6/2/2020) melakukan eksekusi pemebebsannya.

Kuasa hukum terpidana dan direktur LP3BH Manokwari, Yan Ch Warinusi, Sabtu (8/2/2020) mengatakan kliennya kini telah bebaskan dari hukuman setlah menjslani masa hukumannya selama kurang lebih 4 bulan.

Septi sapaan akrab klinenya ini divonis bersalah Pengadilan Manokwari dengan kasus melilitnya yakni tindak pidana ITE, atas perbuatannya terpidana dipidanakan selam empat bulan 20 hari dalam penjara, dimana vonbis diberikan hakim lebih ringan dari tuntutan JPU dengan memberikan tuntutan 7 bulan dan 20 hari penjara.

Berdasarkan hitungan Kuasa Hukum, Septi dibebaskan dari penjara, minggu (09/2/2020) mendatang, namun sebelum waktu diperkirakan ternyata sudah lebih dulu dibebaskan sebelum tanggal ditargetkan, ungkapnya.

Pemebebasan dari terpidana ini, berkat dukungan dan perhatian dari  segenap rekan-rekannya

Diketahui pula, akibat aksi unjuk rasa terjadi 19 Agustus 2019 lalu, bertajuk rasisme itu mengakibatkan ungkapan nitisen ini dianggap kurang bijak dalam bermedsos.

Terpidana melalui akun Facebook pribadinya, dituding melakukan status, memprovokasi masa saat sementara situasi  papua sedang memanas dan dalam upaya merendam hal ini aparat keamanan melaksanakan tugasnya agar tidak  ada kericuhan kembali. Sehingga terpidana diamankan dan di penjarakan hingga diproses persidanangan di Pengadilan Manokwari.


Berita Terkait