Isolasi Diri 14 Hari Diharap Tak Berdampak Buruk ke Masyarakat

Oleh James Aisoki

23 March 2020 11:08 639 VIew

''Tokoh intelektual Arfak, Daud Indou''

Manokwari arfaknews - Upaya pencegahan Penyebaran Virus Corona ( Covid 19) di seluruh Indonesia, Pemerintah RI melalui Pemprov Papua Barat dan Pemda Manokwari telah memberlakukan isolasi diri selama 14 hari dirumah untuk memutuskan rantai penyebaran, diharapak tidak memeliki dampak buruk

Keputusan dilakukan pemerintah ini belum efektif, pasalnya masih banyak warga masyarakat belum mempraktekan anjuran pemerintah secara optimal.

Dikhawatirkan dalam pembatasan dan isolasi ini membawa dampak tersendiri bagi sebagian masyarakat ekonomi lemah memeliki ketergantungan dengan Pasar .

Isolasi 14 hari adalah waktu cukup lama, Instruksi istirahat dirumah, kerja dirumah, jika tidak disertai sosialisasi yang baik akan berdampak buruk masyarakat ekonomi lemah", kata tokoh Intelktual arfak, Daud Indouw, saat ditemui Senin (23/03/2020).

Masyarakat ekonomi lemah menggantungkan hidupnya pada Pasar, sehingga sangat sulit menerima hal ini. Dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sangat besar, terutama anak dan keluarga mereka membutuh makanan, jangan sampai pembatasan ini berdampak buruk dan lahirkan penyakit baru bagi maayarakat, ungkapnya.

Disarankan tingkatkan sosialisasi pencegahan, agar menyiapkan tempat cuci tangan memadai, masker pelindung wajah agar semuanya dapat menjaga dan mengantipasi penyebaran Covid 19.

Selain itu penjual dan pembeli tidak panik, sebab selesi kontak langasung bisa cuci tangan, paparnya.

Jika pemerintah hanya keluarkan himbauan terus, diharpakan tidak berdampak burukbagi masyarakat, hImbaun isolasi diri cukup baik, namun tidak ada sosialisasi baik pada masyarakat sehingga terkesan tidak efektif.

Diminta agar Infokom menfungsikan mobil untuk himbaun masuk ke kompleks dalam memberikan sosialisasi bagi masyarakat, harapnya.

 


Berita Terkait