Lockdown Opsi Terbaik Selamatkan Warga dari Virus Corona di Papua Barat

Oleh Redaksi

25 March 2020 02:07 926 VIew

''Illustrasi Covid 19''

Manokwari arfaknews – Merebahnya virus corona menjangkit warga indonesia, dimana dalam 24 jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB, Selasa (24/3/2020), ada 107 kasus baru ditemukan, sehingga total kasus positif Covid-19 menjadi 686 pasien, 601 orang diantaranya menjalani perawatan medis, meninggal dunia 55 orang dan dinyatakan sembuh 30 orang.

Sebelum virus ini masuk dibawa oleh orang usai bepergian keluar daerah dan melakukan kunjungan, Pemprop Papua Barat segera mengambil langkah terbaik melakukan lockdown, guna menyelamatkan warga dari ancaman virus ini ke Papua Barat dan khususnya Manokwari.

Hal ini dilontarkan tokoh intelektual arfak, Daud Indouw, saat ditemui mengatakan, guna memutus mata rantai penyebaran virus corona masuk ke Manokwari dan pada umumnya Papua Barat, Pemerintah Papua Barat dan Derah segera mengambil langkah sebelum terlambat, melakukan Lockdown atau penutupan pintu masuk dan keluar Manokwari atau Papua Barat orang melalui Pelabuhan Laut maupun Bandara Udara.

Lcokdown merupakan kebijakan ampuh menyelamatkan warga Manokwari terjangkit virus corona, sehingga virus ini tidak bisa menyebar dan meluas di Manokwari dan Papua Barat.

Hanya orang yang datang maupun keluar Manokwari dan Papua Barat, dilarang untuk bepergian maupun datang, namun kebutuhan ekonomi lainnya seperti sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM) diperbolehkan masuk, itupun harus dijaga ketat dan disterilkan sehingga tidak virus menempel.

Langkah lockdown perlu dilakukan, melihat kondisi rumah sakit dalam mengisolasi pasien terjangkit covid 19 belum begitu memadai, demikain pula tenaga medis terbatas serta Alat Pelindung Diri (APD) tergolong minim.

Rumah sakit diwilayah Pulau Jawa saja masih kekuarangan tenaga dan peralatan medis, serta alat pelindung diri, apalagi rumah sakit yang ada di Manokwari dalam mendeteksi virus tersebut, ungkapnya.

Jika tidak diberlakukan lockdown, cepat atau lambat virus itu bakal sampai di Manokwari dan Papua Barat, sehingga menambah keresahan warga masyarakat, lantaran virus ini tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tegasnya.


Berita Terkait