Cegah Covid-19, Ratusan Penumpang KM Cermai Disemprot Disinfektan

Oleh James Aisoki

28 March 2020 00:05 204 VIew

''Penyemprotan dilakukan tim covid 19 di Pelabuhan Laut Manokwari''

Manokwari arfaknews – Mencegah masuknya virus corona ke Manokwari, Ratusan penumpang kapal Km Cermai hendak berlabuh dipelabuhan Laut Manokwari, Papua Barat, Kamis (26/032020) disemprotkan cairan disinfektan oleh tim petugas penanggulangan covid 19

Seluruh penumpang kapal diarahkan petugas tim gabungan covid 19  ke salah satua ruang penyemprotan, dimana terdapat empat petugas memakai pelindung tubuh, berasal dari karantina kesehatan pelabuhan, TNI - Polri serta petugas lainnya menyemprotkan disinfektan terhadap seluruh penumpang kapal.

Selain itu, bagi penumpang transit dipelabuhan Laut Manokwari, pemerintah daerah Manokwari, serta otoritas pelabuhan, tidak mengijinkannya untuk turun Dipelabuhan dan hanya penumpang memiliki tiket tujuan pelabuhan laut manokwari diperbolehkan turun.

Tim satgas covid 19 Papua Barat, Agung mengatakan dari ratuysan penumpang yang turun dipelabuhan laut Manokwari, ada 13 orang penumpang diminta untuk nantinya setibanya dirumahnya untuk dilakukan karantina mandiri selama 14 hari, sebab penumpang tersebut berasal dari tempat yang endemik covid 19.

13 penumpang ini, langsung diantar menggunakan mobil petugas untuk melakukan karantina sendiri, sedangkan tiga orang rekannya yang hendak turun di pelabuhan Manokwari, tidak di perkenankan untuk turun dari atas kapal dan dipersilahkan melanjutkan pelayarannya ke pelabuhan laut Nabire, Papua, lantaran pemerintah tidak memperbolehkan tiga orang tersebut turun.

Selain itu, petugas Kepolisian dari Polres Manokwari, Polda Papua Barat, Polres Manokwari dan anggota TNI AD dari Kodim 18 Manokwari, memberikan himbauan kepada para penumpang turun dipelabuhan, untuk tidak berlama lama diterminal penumpang, serta memberikan arahan ketika tiba dirumah masing masing, langsung membersihkan diri serta mencuci tangan dan tidak diperbolehkan untuk keluar rumah 14 hari, selama masa waktu  telah ditentukan pemerintah.


Berita Terkait