Covid-19 Membuat Resah, Tutup Akses Transportasi Bandara dan Pelabuhan

Oleh James Aisoki

28 March 2020 01:05 524 VIew

''Bandara Rendani Manokwari''

Manokwari arfaknews - Semakin meningkatnya Kasus Covid 19 di indonesia,warga mendesak Pemerintah darerah dan propinsi untuk menutup akses transportasi Pelabuhan dan Bandara, guna memantau perkembangan penyebaran Covid 19 di Papua Barat.

Tokoh intelektual arfak, Daud Indou ketika ditemui Jumat (27/03/2020), mendukung langkah dan upaya Bupati Manokwari menyurati Gubernur Papua Barat untuk menutup akses transportasi Bandara dan Pelabuhan.

Dikatakan diharapakan pemerintah Jangan menunggu sampai Papua Barat berstatus Darurat baru mengambil tindakan. Jangan menyamakan wabah virus corona ini, sama dengan penangan bencana alam, sebab hal ini berbeda, sehingga ada tindakan melakukan sterilisasi secepatnya.

Dinilainya, saat wabah Covid 19 diumumkan di China, Pemerintah Indonesia tidak menanggapi secara serius, Italy kewalahan, Arab pun mengalami kewalaan, sementara di Indonesian belum menutup akses transportasi, Indonesia baru mau perketat dan serius setelah sudah ada nyawa yang melayang.

Pemprov segera seriusi penyebaran Covid 19 di Papua Barat. Jangan menunggu sampai jatuhnya korban, baru mau ambil tindakan, kata  Daud

Masyarakat saat ini sudah merasa resah, jika penerintah lamban dalam penanganan covid 19, warga akan mengambil sikap menutup pelabuhan dan Bandara, dimana penutupan ini hanya 14 hari akses masukanya warga dari luar ke Manokwari, jelasnya.


Berita Terkait