Cekcok Maut TNI-Polri di Mebramo Raya, tiga Polisi Tewas Tertembak dan Dua Terluka

Oleh Redaksi

13 April 2020 00:08 1665 VIew

''ILustrasi''

Mamberamo Raya arfaknews – Selisih paham berbuntut cekcok antara anggota TNI AD Satgas Yonif 755/Yalet di Kasonaweja dan anggota Polisi dari Polres Mebramo Raya berujung maut, mengakibatkan tiga anggota polisi tewas tertembak dan dua lainnya terluka.  

Kejadian penembakan bermula ketika Minggu 12 April 2020, sekitar pukul 07.15 Wit bertempat di Pospam Satgas Yonif 755/Yalet di Kasonaweja, anggota Polres Mamberamo Raya sekitar 20 anggota termasuk korban mendatangi Pos Pam Satgas Yonif 755 di Kasonaweja bermaksud menyelesaikan masalah pengeroyokan terhadap salah satu anggota polisi dilakukan anggota Satgas Yonif 755.

Setibanya di Pospam Satgas Yonif 755/Yalet di Kasonaweja guna menanyakan sebab pemukukan ini, anggota Pospam ini tidak terima baik dan langsung melakukan pemukulan terhadap anggota polisi tersebut dan selanjutnya mengeluarkan senjata diserta pengejaran dan penembakan secara brutal terhadap anggota Polres Mamberamo Raya.

Akibat tembakan brutal ini berujung maut ini, mengakibatkan tiga polisi terkena tembakan dan meninggal dunia yakni Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga dan Briptu Alexander Ndun

Sedangkan dua polisi korban luka tembak yakni Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien merupakan anggota Polres Mamberamo Raya, para korban masih berada di RSUD Kawera Mamberamo Raya guna mendapatkan perawatan medis.

Cekcok ini dilatarbelakangi atas kejadian Jumat 10 April 2020, sekitar pukul 14.30 WIT, saat anggota polisi menyewa motor Ojek di Pangkalan Ojek ujung kampung dari tukang ojek dengan tarif Rp 50.000/jam, saat pulang ke pangkalan dan mengembalikan motor ojek, justru memberikan uang sewa ojek ke pemilik motor sebesar Rp. 50.000, pemilik ojek tidak terima lantaran motor dipakainya sudah tiga jam sehingga terjadi adu mulut.

Ojek pun menghubungi anggota Satgas Yonif 755 dan melaporkan kejadian tersebut dan selanjutnya anggota Satgas Yonif 755 sekitar 10 anggota mencari polisi dan melakukan pengeroyokan, korban pun pulang kerumah dan menceritakan permasalahan tersebut pada beberapa anggota Polres Mamberamo Raya.

Kejadian pengeroyokan ini, Sabtu Tanggal 11 April 2020 pukul 21.00 wit Kapolres Mamberamo Raya AKBP Alexander Louw, SH lali mengunjungi Bripda Petrus Douw dirumahnya dan menyampaikan pada anggotanya agar tidak melakukan hal tidak diinginkan karena Kapolres sudah melakukan koordinasi dengan Dandim Kodim 1712 Sarmi, Pabung Mamberamo Raya, Danpos  755 untuk pagi ini menyelesaikan permasalahan tersebut.

Anjuran kapolres tidak di indahkan anggotanya sehingga  Minggu 12 April 2020 sekitar pukul 06.00 wit, justru anggota Polres Mamberamo Raya sebanyak 20 anggota berkumpul di Pelabuhan Burmeso bergerak dan mendatangi Pospam Satgas 755 tanpa sepengetahuan Kapolres dan para perwira lainnya atas kejadian penembakan maut ini situasi sudah mulai kondusif.

Atas kejadian ini, Kapendam XVII/ Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto, melalui rilsinya mengatakan Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua telah menurunkan Tim Gabungan untuk melakukan penyelidikan di TKP dalam rangka mendapatkan keterangan, fakta-fakta kronologis sebenarnya yang mengakibatkan tiga Anggota Polres Mamberamo Raya meninggal dunia.

Langkah yang dilakukan yakni Mengevakuasi kedua Jenazah ke RSB Kawera Kasonaweja, Danramil dan Danpos Satgas memberikan arahan ke Anggota Satgas 755/Yalet untuk standby di Pos, Pabung, Kabag Sumda, Kasat Intelkam dan Kapolsek Mamberamo Tengah memberikan arahan agar Anggota Polres Mamberamo Raya standby di Polsek Mamberamo Tengah, serta Kodam XVII/Cendrawasih dan Polda Papua menurunkan Tim Gabungan untuk melakukan investigasi dilapangan.


Berita Terkait