Dua Tewas Dalam Kontak Senjata TNI dan KKSB di Mimika

Oleh Redaksi

15 April 2020 04:10 2287 VIew

''Ilustrasi Kontak senjata''

Mimika arfaknews - Kontak senjata antara Satgas Pamtas Mobile Gab YR 712 dan YR 900 dengan anggota KKSB, Senin 13 April 2020, sekitar pukul 16.30 WIT, bertempat di MP 34 area PT.FI Kuala Kencana Mimika, mengakibatkan dua orang tewas

Kejadian ini bermula ketika Personel Satgas YR 712 dan YR 900 terdiri dari Tim Badak 1, Badak 2 dan Subali 1 melaksanakan Patroli dan Ambush, Sekitar 15 menit kemudian Tim Subali 1 mendengar suara tembakan sebanyak 2 kali dan suara gaduh disekitar sungai MP 34, kemudian Tim Subali 1 berusaha untuk merapat ke pinggir Sungai guna melaksanakan pengintaian.

Tim Subali 1 melihat ada 4 orang KKSB sedang melaksanakan bakar-bakar dengan membawa dua pucuk senjata laras panjang jenis SS2 dan AK 47

Dantim Subali 1 berkoordinasi melalui HT untuk meminta bantuan pada Tim Badak 1 dan Badak 2 untuk menutup jalan pelolosan dari KKSB tersebut.

Selanjutnya Tim Subali 1 melaksanakan buka tembakan terbidik terhadap 4 orang kelompok KKSB, mengakibatkan 2 orang dari KKSB Meningga Dunia di tempat dan 2 orang lainnya berhasil melarikan diri  masuk kedalam hutan dengan membawa kabur 2 pucuk senajata api laras panjang.

Tim Badak 1 dan Subali 1 lalu melaksanakan pengejaran dan pembersihan akan tetapi untuk dua orang KKSB melarikan diri masuk hutan tidak berhasil diketemukan.

Adapun barang bukti dapat di sita lantaran ditingga KKSB yakni 2 pucuk senapan penembak ikan rakitan, satu gelang bendera lambang KKSB, sebungkus rokok, 2 buah kunci motor Yamaha Mio,10 butir pinang dan 1 buah Tas Noken kecil berisi 7 butir munisi Kal. 5,56 mm.

Sementara meninggalnya dua pemuda ini, dituding aparat keamanan merupakan anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dibantah keras keluarga korban

Keluarga korban meminta aparat kemanan segera mencabut tuduhan penyebutan KKSB terhadap kedua korban yang sama sekali tidak ada kaitan dengan kelompok kriminal itu.

Ditegaskan kedua pemuda yang tewas ini merupakan masyarakat biasa yang sedang mencari ikan di kali sehingga menjadi sasaran tembak.

Disesalkan pula, aparat keamanan tidak menjalankan tahapannya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melaksanakan tugas, sehingga terjadi insiden salah tembak ini.

Sementara Dandim 1710 Mimika Letnan Kolonel Inf Pio L Nainggolan menyatakan pihaknya masih mendalami kejadian tersebut, apakah yang ditembak aparat keamanan adalah KKSB atau warga sipil, pihaknya akan melakukan penyidikan secara mendalam terkait kejadian ini.


Berita Terkait