TNI Grebek Gudang Penjualan Miras di Kota Manokwari

Oleh Redaksi

18 April 2020 00:10 1853 VIew

''Ilustrasi minuman keras''

Manokwari arfaknews - Guna memberikan rasa aman bagi umat islam bakal melaksanakan puasa ramadhan, serta mencegah aksi kejahatan ditengah mewabahnya virus corona, aparat TNI dari Satuan Intel Kodam XVIII/kasuari, melakukan penggrebekan gudang penjualan minuman keras illegal di enam lokasi tempat di kota Manokwari, Jumat (18/04/2020)

Penggerebekan dilakukan aparat TNI AD dari Kodam XVII/ kasuari, di enam lokasi tempat berbeda, dimana warga sekitar penjualan minuman keras illegal ini resah, lantaran kerap kali para pembeli miras membuat keributan, bahkan mengganggu ketenangan warga saat melakukan isolasi di rumah ditengah mewabahnya virus corona.

Enam lokasi tempat penggrebekan miras dilakukan TNI AD  diantaranya, Jalan Gunung Salju Amban, Jalan Pertanian Wosi Dalam, Jalan Nusantara, Jalan Drs Essua Sesa, jalan poros Manokwari-Teluk Bintuni di kampung andai, serta kompelks reremi KPR, membuat  para pemilik miras ini tidak dapat berkutip ketika anggota TNI Kodam XVVIII Kasuari menggrebek lokasi gudang penjualan miras illegal tersebut.

Selain itu, marakanya tindak kejahatan di Kota Manokwari, semua berawal dari miras dimana pelaku kejahatan hendak melakukan aksi kejahatan miras dulu sehingga menganggu ketenraman warga.

Ribuan botol miras berbagai merek ini disita anggota TNI AD, mengingat para penjualan miras ini tergolong licin jika akan digrebek oleh aparat aparat keamanan.

Miras hasil penggrebekan ini, kemudian dibawa menggunakan mobil dari penjual miras ke kantor Detasemen Intel Kodam XVII/ Kasuari dan di rencanakan bakal dilakukan pemusnahan secara masal dihadiri Gubernur Papua Barat, Kapolda Papua Barat, Pangdam XVIII Kasuari, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, serta para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, dalam pemusnahan miras akan dilaksanakan esok harinya, Sabtu 19 april 2020.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri,  sempat melihat secara dekat barang bukti miras hasil penggrebekan.

Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, satu minggu jelang bulan Ramadhan, perlu dilaksanakan operasi Miras untuk menghormati kaum muslim yang bakal melaksanakan ibadah puasa, serta mencegah tindak kejahatan diakibatkan oleh miras.

Selanjutnya barang bukti sitaan ini akan diserahkan ke pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua Barat dan ke tiga pemiliknya untuk diproses sesuai hukum berlaku, ungkapnya.


Berita Terkait