Kecolongan Covid 19, Pemerintah Diminta Perketat Akses Masuk Lewat Bandara

Oleh Redaksi

18 April 2020 03:07 380 VIew

''Tokoh Intelektual Arfak, Daud Indou''

Manokwari arfaknews - Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat dan Pemkab Manokwari diminta lebih memperketat akses masuknya warga di Bandara Rendani, guna menghindari penyebaran covid 19 di Manokwari.

Hal itu ditegaskan Tokoh Intelektual Arfak, Daud Indouw, Jumat (17/04/202) mengatakan  pasca ditetapkannya Manokwari sebagai zona merah penyebaran pandemi covid 19, Pemerintah melalui tim Satgas Covid 19 dianggapnya kecolongan mencegah penyebaranpenyebaran covid 19 di masyarakat, sehingga selama seminggu mereka disudah dinyatakan positif oleh tes Rapit tidak dikarantina.

Dipertanyakan, Tim satgas kerjanya seperti apa, sehingga Manokwari dari zona hijau berubah menjadi zona merah, Masyarakat sudah minta agar aktivitas Bandara diperketat, kalau bisa dijaga super ketat, ungkapnya

Jika tidak Kecolongan, pintu masuk Bandara dan Pelabuhan di jaga ketat, Pemerintah imbau KTP Manokwari Papua Barat tidak masuk namun nyatanya masih ada aktivitas penerbangan dengan proses pengawasan yang kurang ketat, orang masih masuk keluar.

Beberapa hari lalu terpantau di bandara, penumpang bebas masuk dan sepertinya tidak ada penjagaan begitu ketat, bahkan ada informasi warga di Bandara kalau ada warga bukan ber-KTP Papua Barat lolos masuk, ungkapnya.

Dikhawatirkan, ada kongkalingkong di pintu masuk Bandara sehingga orang dari luar bukan ber- KTP Papua Barat bisa masuk ke Manokwari, ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan maksimal, pemerintah wajib mengkarantina semua orang datang dari daerah terpapar,  selain itu diminta pemerintah untuk menyediakan tempat steril untuk mereka datang dari daerah terpapar, wajib dikarantina selama masa inkubsi 14 hari, sehingga mereka yang bukan ber KTP Papua Barat langsung dipulangkan kembali.

Karantina mandiri tidak efektif, tidak mungkin seseorang lakukan karantina mandiri di rumah, sementara ia akan berinteraksi dengan keluarganya, keluarganya berinterkasi dengan orang lain dan tertularlah semua orang. Kita tidak tahu, mereka dua positif ini sudah berinteraksi dengan siapa saja.

Kalau bisa ada tim gabungan TNI dan Polri untuk memantau Bandara, KTP harus dicek secera baik, agar mereka bukan BerKTP Papua Barat, Manokwari langsung dipulangkan. Saat ini Bandara rendani sudah kecolongan.


Berita Terkait