60 Persen Kebutuhan Pangan di Papua Barat, Masih Didatangkan Dari Luar

Oleh James Aisoki

07 May 2020 03:07 566 VIew

''Asisten II Bidang Kesejahteraan Papua Barat, Melkias Warinussa ''

Manokwari arfaknews – Guna memenuhi kondsi pangan bagi warga masyarakat di Papua Barat, hampir sebagian besar kebutuhan pangan ini masih didatangkan dari Luar

Sejumlah komuditas yang masih didatangkan dari luar Papua Barat diantaranya, Beras, Gula, Bawang, Telur, dan Daging Ayam, serta kebutuhan pangan lainnya.

Sementara dalam situasi dan kondisi pandemi Covid 19 ini, belum tahu kapan berakhirnya, sementara daerah papua barat masih menggantung hidupnya dari sektor pangan dari luar guna memenuhi kebutuhan pangan. kata Asisten II Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinusa, Selasa (5/5/2020).

Dijelaskan untuk beras sendiri, didatangkan beberapa negara tetangga seperti Vietnam, Myanmar, Thailand dan lain-lain, namun negara penghasil beras saat ini, telah membatasi wilayahnya akibat pendemi covid 19 ini, sehingga tidak bisa lagi mengirim beras.

Sementara, produksi Beras di Papua Barat,khsuanya di Manokwari hanya bisa menyediakan 9 Ton, tidak cukup untuk Skala nasional, dimana kebutuhan pangan kita masih devisit, hampir 70 persen beras kita datangkan dari luar". Ungkap Werinussa.

Untuk saat ini, stok beras berada di gudang Bulog dan di pasaran Papua Barat masih bisa bertahan hingga 3 bulan mendatang, ada sekitar 4.000 – 5.000 Ton masih tersedia, belum terhitung di pasaran, jelasnya.

Untuk mengantisipasi kelangkaan Pangan ditengah mewabahnya Pandemi Covid 19, Pemprov telah berkordinasi dengan Bupati dan Wali Kota untuk menyediakan sumber pangan lokal.

Gugus Tugas Covid 19 Papua Barat, Divisi Ekonomi, khusus untuk Ketahanan Pangan sedang membuat Surat Gubernur menghimbau pada para Bupati dan Wali Kota untuk segera persiapkan pangan warga, mendorong warga untuk segera menanam pangan lokal, Lokasi penanaman telah disiapkan untuk aksi bersama menanam Ubi Kayu, Ubi Jalar, keladi, Pisang, Padi dan Sagu.

Saat aksi bersama nanti, teknisnya mengundang para akdemisi dan TNI/Polri untuk bantu melakukan penanaman secara besar-besaran, guna antisipasi jika semua daerah memberlakukan Lock Downakibat covid 19 ini.


Berita Terkait