Jangan Jadikan Lembaga MUI Manokwari Tempat Berpolitik Praktis

Oleh Redaksi

22 May 2020 17:09 605 VIew

''Illustrasi''

Manokwari arfaknews – Menyikapi pemberitaan sejumlah media, mengkritik kinerja Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manokwari, lantaran beberapa hari ini lalu mengundang para ormas Islam untuk membahas penjaringan calon Wakil Bupati (Cawabup) Manokwari diusulkan dalam konstestan Pilkada Mendatang.

Hal ini dituangkan, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Yapis Manokwari Dr. M.Budi Sunarso, mengatakan apa yang dilakukan MUI Manokwari adalah sangat keliru menggunakan organisasi ini sebagai wadah tempat penjaringan calon Wakil Bupati

Dikatakan, seharusnya MUI merupakan wadah berhimpunnya para Ulama, zuama dan cendekiawan muslim sebagai tempat koordinasi gerak langkah kegiatan berkaitan dengan keumatan.

Sebagai pembimbing sekaligus pelayan umat (Ri’ayat wa khadim al ummah) tentu secara organisasi MUI tidak dibenarkan jika terbawa pada arah politik apalagi politik praktis.

Sehubungan beberapa waktu lalu MUI Manokwari dengan beberapa perwakilan ormas Islam mwelakukan kegiatan menjaring aspirasi tentang calon wakil bupati dan ada tiga figur cawabup Manokwari dibahas dalam pertemuan itu, sehingga MUI tidak lagi dapat menjaga independensi dan netralitasnya sebagai ormas keagamaan/umat,

disamping itu pula, agar MUI tidak terseret kedalam politik praktis dan tidak tersandera dengan kepentingan politik, nantinya justru dapat merugikan eksistensi organisasi di wilayah ini,

selain itu jangan jadikan MUI ladang pencarian keuntungan politik/ berpolitik berasal dari oknum.

kalau secara pribadi pungurus mau berpolitik tiudak menjadi soal, asalkan jangan menggunakan organisasi umat untuk kepentingan politik disaat masa Covid-19 ini

Idealnya MUI lebih berfokus bagaimana mengedukasi masyarakat dan melayani masyarakat (Umat), agar tetap bisa beribadah dengan baik sesuai tuntunan, berperan dalam membantu mengendalikan penyebaran virus Corona ini, serta mengeluarkan himbauan larangan berkumpul untuk ibadah, tapi justru sendiri malah mengumpulkan orang berbicara masalah kepentingan politik, tarangnya.


Berita Terkait